Asalkan Harga Stabil, Perajin Tahu Tempe Tak Masalah Kedelai Rp 10.000/Kg

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Tingginya harga kedelai di pasaran yang saat ini mencapai Rp 10.000/Kg membuat perajin tahu-tempe memilih menghentikan produksinya. Harga kedelai yang terus naik, membuat perajin tahu tempe kebingungan, mereka menuntut kestabilan harga.

Sekarang kalau di Jakarta harga kedelai Rp 9.000 per Kg, kalau di luar Jakarta Rp 10.000 per Kg," ujar Ketua II Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Sutaryo (8/9/2013).

Menurut Sutaryo, padahal harga kedelai sebelum kurs rupiah terhadap dolar AS melemah, masih berkisar Rp 7.500 per Kg, kini perajin kesulitan memproduksi tahu dan tempe karena kebingungan menghitung biaya produksi dan margin yang harus didapat.

Banyak perajin sudah menghentikan produksinya, ada juga yang terpaksa mengurangi produksi karena terlalu mahal kedelainya, apalagi 90% pasokan kedelai berasal dari impor, kalau sudah impor dengan rupiah jeblok seperti ini harga kedelainya naik tinggi.

Menurut Sutaryo, pada dasarnya perajin tidak keberatan berapa harga kedelai yang dipatok, tetapi yang diinginkan adalah kepastian dan kestabilan pasokan dan harga.

"Kita tidak masalah kalau harganya Rp 10.000 per Kg, tapi asal stabil, tidak seperti saat ini hari ini naik, besok naik lagi lusa naik lagi, perajin kesulitan menentukan berapa harga pokok produksinya," katanya.

Dikutip dari : Detik.com

Related

Ekonomi 4415452354567465219

Post a Comment

emo-but-icon

item