Malang dan Banyuwangi Ganggu Pariwisata Bali


www.nusabali.com-malang-dan-banyuwangi-ganggu-pariwisata-bali

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - PHRI Bali mengisyaratkan sulit memprediksi kunjungan wisatawan, terutama wisatawan domestik ke Bali, pada musim libur panjang, pertengahan Juni – Juli 2017. Pasalnya mengacu tahun 2016, kunjungan wisatawan domestik jeblok sekitar 4 persen . Salah satu penyebabnya, kemajuan pesaing Bali, terutama Malang dan Banyuwangi di Jawa Timur.

Ketua  PHRI Bali Tjokorda Oka Artha  Ardana Sukawati alias Cok Ace, menyampaikan hal tersebut, Selasa (6/6). Kata Cok Ace,  perkiraan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan domestik berdasarkan asumsi, salah satunya penerbangan. 

Tahun 2016, tidak kurang ada 9 juta penerbangan domestik dengan tujuan Bali. Dari 9 juta tersebut, diasumsikan setengahnya merupakan penerbangan  wisata.  Atau sekitar 4,5 juta penerbangan. Dari hitung-hitungan itulah, termasuk faktor lainnya terungkap jumlah wisatawan domestik ke Bali dari tahun sebelumnya turun hingga  4 persen.  “Kemungkinan hal itu masih terjadi untuk domestik,” ujar tokoh pariwisata asal Puri Agung Ubud Gianyar.

Kemajuan dan daya tarik wisata di luar Bali, menurut Cok Ace salah satunya menjadi penyebab menurunnya kunjungan wisatawan domestik ke Bali. Setidaknya ada dua daerah yang kemajuan pariwisata sangat signifikan, yakni Malang dan Banyuwangi di Jawa Timur. “Objeknya makin bagus,” ujarnya. 

Dua destinasi inilah yang belakangan ini potensial menggerus kunjungan wisatawan domestik ke Bali. Di tempat lain, seperti di Mandalika (Lombok, NTB) juga ada kemajuan dalam pengelolaan wisata. Namun kata Cok Ace, belum cukup signifikan pengaruhnya terhadap berkurangnya kunjungan turis lokal ke Bali.

Kondisi ini kata Cok Ace, dilema bagi kalangan pariwisata Bali. Perang tarif diperkirakan kembali  melanda pariwisata Bali karena seretnya kunjungan. “Ini yang susah, karena pengusaha juga harus  tetap bisa bertahan,” ucap mantan Bupati Gianyar ini. 

Jika sudah saling banting harga, lanjutnya, kualitas layanan  tentu terpengaruh. Pada akhirnya bermuara pada menurunnya kualitas pariwisata Bali. Namun demikian, pihaknya tetap mewanti jangan sampai terjadi perang tarif tersebut.

Pada bagian lain penjelasannya, Cok Ace menyatakan kunjungan wisatawan manca negara tahun 2016 lalu justru meningkat lumayan, sekitar 22 persen.  Dari sekitar 4 juta lebih  wisatawan/kunjungan pada tahun sebelumnya, menjadi  5 juta lebih pada 2016.

(NusaBali)

Related

Berita Ekonomi 2493345659839063704

Post a Comment

item