Keindahan dan filosofi air mancur Taman Pasanggrahan Purwakarta



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Setelah sukses dengan Taman Air Mancur Sri Baduga, Purwakarta kembali memiliki taman air mancur baru nan megah. Air mancur itu bernama Air Mancur Taman Pasanggrahan yang terletak di area Alun Alun Purwakarta dan diresmikan pada Sabtu (13/7) malam.

Air mancur baru ini diharapkan mengundang animo besar dari masyarakat luas untuk mengunjungi kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini. Menilik nama yang disematkan, Pasanggrahan sendiri merupakan kosa kata yang memiliki makna tempat beristirahat berupa rumah tinggal. Sementara Padjadjaran merupakan nama kerajaan yang pernah berjaya di tanah Sunda dan memiliki makna tempat yang setara.
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi hadir meresmikan air mancur tersebut. Dia mengatakan, Peradaban Sunda sebenarnya memiliki keterikatan kuat dengan air. Dia mencontohkan Sungai Citarum yang memiliki manfaat besar bagi kehidupan bukan hanya warga Jawa Barat melainkan juga luar Jawa Barat.
"Citarum bisa melahirkan Waduk Cirata, Waduk Jatiluhur. Jawa Barat ini juga banyak terdapat situ, di Purwakarta ada Situ Wanayasa, Situ Cikumpay, Situ Cigangsa. Karena itu, air ini harus menjadi tema dalam pembangunan. Makanya, di Purwakarta basis pembangunan pariwisatanya adalah air," jelas Dedi.
Air juga membawa ketenangan dan keteduhan dalam kehidupan sehari-hari apabila dikelola dengan baik. Namun Dedi mengingatkan, jika air tidak terkelola dengan baik justru dapat menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor bahkan tsunami.
Dedi mencontohkan fakta bahwa air dapat menimbulkan ketenangan bagi orang yang sedang marah. Dari sini, muncul sebuah fakta teologis saat orang sedang marah, dia disunnahkan untuk berwudhu.
"Lihat saja, kalau ada anak kita sedang marah, siram saja pakai air. Suruh ambil air wudhu, pasti reda marahnya," tegasnya.
Air mancur Taman Pesanggrahan Padjadjaran ini memiliki tinggi sembilan meter dan terbentang di sepanjang kolam air yang berada di Alun-alun Kabupaten Purwakarta tersebut. Setiap air mancur ini dinyalakan, akan terdengar lantunan lagu sebagai back sound yang dibawakan oleh grup musik binaan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bernama Emka 9.
Air mancur yang memiliki teknologi sama dengan Air Mancur Taman Sri Baduga ini pun dapat dinikmati oleh pengunjung setiap akhir hari secara gratis. Siang hari, air mancur ini tidak akan menyajikan kilatan laser sebagaimana dapat tersaji pada malam hari.
Jika ingin menikmatinya, pengunjung diminta untuk tidak menginjak rumput taman dan tidak membuang sampah sembarangan.
(Merdeka.com)

Related

Indonesia 1455891393255969907

Post a Comment

item