Nyaris Meninggal, Bayi Ini Membaik Saat Mesin Penunjang Hidup Dicabut

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  - Saat berusia tiga pekan, bayi ini divonis mengalami meningitis mematikan. Dokter bahkan angkat tangan untuk membantu bayi ini bebas dari penyakitnya dan bertahan hidup. Pasrah, alat penunjang hidup yang dipasang di bayi ini pun dilepas. Namun ajaib, bukannnya meninggal, bayi ini malah membaik kondisinya.

"Dokter mengatakan kepada kami bahwa sekalinya mesin itu dimatikan, maka dia masih akan bernapas. Mungkin untuk semenit, mungkin satu jam, atau mungkin sepekan," kata ibunda bayi itu, Sam Baker (20), demikian dikutip dariMirror, Minggu (4/8/2013).

Namun keajaiban terjadi. Bayi bernama Harrison itu mampu bernapas berhari-hari dan bahkan kondisinya membaik setelah lepas dari mesin penunjang hidup.

"Saya menggendong Harrison dengan Adam (Adam Ellmer, ayah bayi) di depan saya dan keluarga di sekeliling kami. Perawat telah mematikan mesin, dan kami semua menatap lelaki kecil kami," tutur Sam.

Saat itu si kecil Harrison mulai batuk dan tersedak. Tidak ada seorang pun yang berkata-kata hingga 20 menit kemudian. Dan semua yang ada dalam ruangan itu merupakan saksi bahwa keajaiban itu nyata. Bayi yang diprediksi berumur singkat itu ternyata bisa bernapas sendiri tanpa bantuan alat apapun dengan baik. Kondisinya berangsur stabil dan membaik.

Harrison rupanya mampu bertahan tanpa alat penunjang hidup. Kondisi ini tentunya membuat para petugas medis tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Ini adalah peristiwa paling membahagiakan dalam hidup kami. Setelah itu kami tidak sabar untuk bisa segera pulang ke rumah. Seperti membawa dia untuk pertama kalinya lagi," tutur Sam.

"Dia bayi yang sehat dan bahagia. Dia adalah keajaiban kecil kami," imbuhnya.

Harrison sebelumnya lahir dalam keadaan sehat di Rotherham, South Yorks, pada Januari lalu. Namun kemudian dia terkena meningitis yang mematikan. Meningitis bisa membuat otak pasien rusak dan cacat.

Saat dibawa ke rumah sakit, petugas medis yang menangani Harrison mengatakan kondisi bayi tersebut sangat buruk. bayi itu memerlukan antibiotik dan aneka perawatan.

"Dia berada di bangsal unit ketergantungan tinggi dan mereka mengatakan dia akan perlu pergi ke Rumah Sakit Anak di Sheffield jika memburuk. Dan sepuluh menit kemudian ia harus pergi," kata sang ayah, Adam.

Malam itu, Harrison menjalani dua CT scan setelah dipindahkan ke unit spesialis di Sheffield. "Kabar yang ada terus bervariasi. Ada dokter yang mengatakan dia akan membaik, tetapi ada juga yang memperingatkan keadaannya tidak akan membaik. Kami tidak tahu harus berpikir apa," lanjut Adam.

Enam hari kemudian pasangan ini mendapat berita buruk bahwa tidak ada lagi yang bisa dilakukan dokter untuk anak mereka. Keputusan berat pun harus diambil, yaitu dengan merelakan Harrison pergi untuk selamanya, dengan mencabut alat penunjang hidup.

Namun saat dokter menyerah, ibunda Harrison entah kenapa yakin bahwa putranya akan membaik. Ternyata keyakinan itu menjadi kenyataan. Kini Harrison selalu memamerkan senyum bahagia dan wajah cerianya kepada orang tua dan orang-orang di sekelilingnya. Meskipun penyakit itu membuat telinga kanannya tuli dan membuatnya mengalami cerebral palsy ringan, tetapi bayi 6 bulan itu dalam keadaan baik.

Dikutip dari: Detik.com

Related

Luar Negeri 8589102925922225540

Post a Comment

emo-but-icon

item