TripAdvisor Nobatkan Bali Terbaik di Dunia


TripAdvisor Nobatkan Bali Terbaik di Dunia

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Bali masih menjadi `magnet` paling kuat bagi Indonesia untuk menggaet wisatawan dari berbagai belahan dunia untuk berbondong-bondong datang.
Tak heran Bali dinobatkan sebagai destinasi terbaik di dunia. Penghargaan ini diberikan oleh situs perjalanan global TripAdvisor lewat Travellers' Choice Awards 2017.
Mengutip situs resmi TripAdvisor pekan ini, Bali menduduki peringkat pertama  dari 25 destinasi terbaik di dunia yang mendapat penilaian (review) di TripAdvisor.
Bali mengalahkan destinasi-destinasi di Eropa, Amerika, hingga Timur Tengah.
"Pulau Bali di Indonesia menjadi destinasi favorit baik bagi wisatawan yang butuh relaksasi sekaligus petualangan," begitu ulasan tentang Bali yang dikutip dari situs TripAdvisor.
Peringkat dua ditempati oleh London ( Inggris), disusul oleh Paris (Perancis). Dua peringkat selanjutnya adalah Roma (Italia) dan New York ( Amerika Serikat).
Di kawasan Asia Tenggara, beberapa destinasi yang masuk dalam daftar antara lain Siem Reap di Kamboja (peringkat 8), Phuket di Thailand (peringkat 10), dan Hoi An di Vietnam (peringkat 13).
Untuk diketahui, TripAdvisor adalah perusahaan situs perjalanan (travel website) yang berpusat di Amerika Serikat (AS).
Situs itu menyediakan konten berupa penilaian atau review dalam segala hal terkait perjalanan (travel). Review diberikan oleh para pengguna (user) situs tersebut.
Didirikan pada tahun 2000 dan bermarkas di Needham, Massachusetts (AS), TripAdvisor mengklaim sebagai situs perjalanan terbesar di dunia, dengan lebih dari 315 juta anggota dan 465 juta review serta opini tentang hotel, restoran, atraksi wisata dan hal-hal lain yang terkait bisnis perjalanan di seluruh dunia.
TripAdvisor memiliki perwakilan di Indonesia. 
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Gede Oka Artha Ardana Sukawati mengapresiasi terpilihnya Bali sebagai destinasi terbaik dunia oleh TripAdvisor.
Pria yang akrab disapa Tjok Ace itu mengatakan, penghargaan ini harus dijadikan momentum bagi semua pihak, termasuk pemerintah pusat, untuk melihat lebih dalam apa yang membuat Bali dipilih sebagai destinasi terbaik dunia.
"Saatnya melihat lebih dalam apa yang sesungguhnya membuat Bali mendapat penghargaan tertinggi itu, dan kemudian apa yang menjadi persoalan selama ini yang perlu dibenahi," kata Tjok Ace kepada Tribun Bali, Sabtu (15/4/2017) kemarin.
Menurut praktisi usaha pariwisata ini, dari beberapa penghargaan di bidang pariwisata yang diperoleh Bali selama ini, kriteria alam, manusia dan budaya Bali selalu memperoleh nilai tertinggi dibandingkan destinasi-destinasi lain.
Oleh karena itu, dia berharap segala bentuk tekanan dan ancaman terhadap kelangsungan alam, manusia dan budaya Bali selayaknya juga menjadi perhatian dan tanggungjawab pemerintah pusat, bukan hanya Bali.
"Apabila kita masih berharap Indonesia memiliki destinasi yang menyandang predikat terbaik di dunia, maka jaga Bali, sayangi Bali, dan jadikan Bali sebagai kebanggaan kita bersama," harap Tjok Ace.
Sementara itu, Andy Soecahyo, Ketua Bali Hotel Association (BHA), melihat terpilihnya Bali sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor sebagai peneguhan atas beberapa penghargaan lain sebelumnya, yang juga menempatkan Bali sebagai yang terbaik.
“Penilaian TripAvisor ini semakin menegaskan bahwa terpilihnya Bali sebagai destinasi terbaik dunia tidaklah subyektif. Sebab, beberapa lembaga sebelumnya juga menobatkan Bali sebagai salah-satu terbak dunia,” kata Andy ketika dihubungi Tribun Bali, Sabtu (15/4/2017).
Meskipun demikian, Andy menambahkan bahwa tantangan dunia pariwisata Bali ke depan tidaklah enteng.
Masih cukup banyak ‘pekerjaan rumah’ (PR) yang harus diselesaikan. Apalagi jika dikaitkan dengan target pemerintah sebanyak kunjungan wisatawan 20 juta secara nasional pada tahun 2019 –yang separuhnya tentu diharapkan dari Bali.
Andy mencatat beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diatasi, seperti masalah sampah yang kini volumenya makin banyak sehingga TPA Suwung Denpasar sudah kelebihan kapasitas.
Selain itu, disebut Andy bahwa kemacetan di sejumlah titik di Bali mulai mengganggu wisatawan, karena membuat waktu mereka terbuang percuma.
“Karena itu, rencana pembangunan underpass di bundaran Ngurah Rai dekat bandara, kita sambut baik,” ucap Andy.
Landasan pacu (runway) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang cuma satu juga tidak akan memungkinkan untuk menampung lebih banyak pesawat mendarat di Bali.
Saat ini saja, dengan jumlah kunjungan wisatawan diprediksi sekitar 5 jutta hingga akhir 2017, lalu lintas penerbangan di Bandara Ngurah Rai sudah terasa padat.
“Mestinya harus ada dua runway, tapi itu juga bukan hal mudah diwujudkan karena lahan sudah sangat terbatas. Hanya tinggal pantai, yang sepertinya mustahil untuk dilakukan reklamasi bagi perluasan bandara. Karena itu, rencana pembangunan bandara di Bali bagian utara bisa menjadi solusi,” jelas Andy.
Sedangkan, Ketua Asita (Association of Indonesian Travel Agents) Bali, I Ketut Ardana mengatakan, terpilihnya Bali sebagai destinasi terbaik mengalahkan London adalah sesuatu yang positif bagi promosi dan pengembangan pariwisata Bali ke depan.
"Menurut saya setiap penilaian terhadap Bali apalagi sebagai destinasi terbaik tentu itu sangat positif bagi perkembangan pariwisata Bali," kata Ardana seraya berharap agar Bali tetap bisa mempertahankan posisi ini.
(Tribunnews)

Related

Dunia 4487573267575471463

Post a Comment

item