Menguak Sosok Masyarakat Belanda Depok



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Anda pasti pernah mendengar ucapan Belanda Depok. Mungkin dibenak Anda sebutan itu adalah label bagi orang keturunan Belanda yang pernah tinggal di Depok. Anggapan tersebut dinilai kurang tepat.

Pengurus Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), Ferdy Jonathans, mengatakan, sebutan Belanda Depok sudah salah kaprah. Sebutan itu merupakan suatu penafsiran tidak benar tentang keberadaan komunitas yang erat kaitannya dengan seorang berkebangsaan Belanda bernama Conelis Chastelein.

“Selama ini sebutan belanda Depok dialamatkan kepada sekelompok komunitas yang bermukim di salah satu wilayah sekitar Depok, seolah-olah memberi pembenaran bahwa komunitas tersebut merupakan respresentasi masyarakat Belanda yang ada di Indonesia,” ujar dia, Jumat 5 Mei 2017.

Kenyataannya, masyarakat Depok sejak awal merupakan komposisi campuran dari berbagai suku bangsa yaitu Bali, Makassar, Minahasa, Timor, yang kemudian masuknya wanita-wanita asing seperti Melayu, Sunda, Jawa, dan Eropa terjadilah percampuran darah.

“Jadi sulit untuk mengatakan orang Depok termasuk suku apa, karena memang berasal dari percampuran berbagai suku,” jelas Ferdy.
Dia menambahkan, kaum Depok memang sudah memiliki ciri suku tersendiri, yaitu Depok Asli atau Depok Dalam.
“Maka sudah tidak sesuai jika masih ada orang yang menyebut kaum Depok sebagai Belanda Depok,” ucap dia.

(Liputan6)

Related

Indonesia 7961996210051344088

Post a Comment

item