Para Pelukis Demontrasikan Teknik Melukis Wayang Khas Desa Kamasan

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Para pelukis wayang memamerkan tehnik melukis wayang khas desa Kamasan di Bale Kambang ,Taman Kerta Gosa, Senin (1/5). Para pelukis yang tergabung dalam Kelompok sekar harum ini menunjulkan bakat dan keahlian mereka mulai dari melukis hingga mewarnai wayang khas sdesa Kamasan diatas kanvas dan berbagai media lainnya dihadapan para pengunjung Taman Kerta Gosa. Sejumlah turis asing yang kebetulan mengunjungi Kerta Gosa pun antusias mengamati para pelukis ini beraksi. Selain untuk mengenalkan cara melukis wayang Kamasan, aksi ini dilakukan juga untuk memeriahkan Hari Puputan Klungkung ke 109 dan HUT Kota Semarapura ke 25. 

Ketua Kelompok Sekar Harum Nyoman Arcana mengatakan, Kelompoknya yang berjumlah 25 orang ini adalah para pelukis senior yang telah berumur 45 tahun keatas. Mereka adalah orang orang yang telah lama bergelut didunia lukis wayang kamasan dan menjadikannya sebagai mata pencaharian. Kelompok ini telah diakui Pemkab Klungkung untuk ikut berpartisipasi mengenalkan cara melukis wayang kamasan setiap harinya di taman Kerta Gosa. “Setiap harinya secara bergiliran anggota kelompok kami memamerkan cara melukis wayang, namun kali ini untukmemeriahkan festival, seluruh kelompok bersama sama melukis wayang kamasan di tempat ini,” Ujar Nyoman Arcana 

Dirinya menambahkan lukisan wayang khas desa kamasan sudah ada sejak jaman waturenggong. Ide awal lukisan ini adalah untuk beryadnya melalui pembuatan hiasan hiasan upacara agama seperti kober ider-ider, ulon- ulon, tedung, kipas dll. Cerita-cerita yang digambarkan mengandung nilai filosofis agama Hindhu dan budaya Bali. Oleh karena itu, lukisan atau ukiran gaya Kamasan atau Wayang Kamasan dapat dikatakan agak tua umurnya dari konteks sejarahnya yang hingga sekarang masih nampak utuh.

Namun dengan berkembangnya jaman lukisan wayang terus berkembang dan dilukis pada berbagai media seperti kipas, payung, telor, dompet, sokasi dll untuk selanjutnya dikomersilkan. “ Kami setiap harinya bergelut dengan seni lukis klasik wayang kamasan, dan kami inilah yang mengajarkan kepada anak-anak dan cucu kami cara melukis wayang sehingga lukisan ini tidak punah karena tidak ada yang menekuni,”ujar Nyoman Arcana.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang hadir pada kegiatan itupun bernostalgia tetang masa mudanya dulu yang pernah belajar melukis wayang Kamasan karena pernah tinggal selama 2 tahun di Desa Kamasan di rumah Bapak Tarca. Bahkan seluruh anggota dari kelompok ini pun dapat dikenali satu persatu oleh Bupati Asal Nusa Ceningan ini. "Dulu saya sempat belajar dan bisa melukis Wayang Kamasan, namun kini sudah lupa,"ujar Bupati Suwirta.  Dirinya menyakinkan kepada para pelukis ini, bahwa lukisan Kamasan harus tetap lestari. Proses regenerasi harus terus dilakukan sehingga ciri khas lukisan ini tidak punah. Ditengah upaya Pemkab untuk mewujudkan Desa Wisata Kamasan, lukisan ini nantinya akan dijadikan ujung tombak menarik para wisatawan ke Desa Kamasan. “ Lukisan Wayang Kamasan yang sudah terkenal akan kita jadikan sebagai ujung tombak Desa Wisata Kamasan,” ujar Bupati Suwirta optimis.

(HUMASKlk)

Related

Warta Semarapura 4695586383917643532

Post a Comment

item