Pabrik Pengolahan Ikan Butuh Dukungan Pemerintah


Kehadiran pabrik pengolahan ikan akan memberi nilai tambah bagi nelayan.

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali -  Indonesia memiliki potensi besar dalam pengolahan sumber daya perikanan. Tak salah jika dalam pengolahannya dibutuhkan pusat konstruksi dan pabrik pengelolaan ikan untuk bisa dimanfaatkan dengan baik.
Seperti yang ada di Teluk Santong, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Dengan adanya pabrik pengolahan ini, diharapkan dapat memberi dampak positif, khususnya bagi nelayan kecil tradisional Indonesia.

Presiden Direktur PT Bali Seafood International, Gerald C Knecht, perusahaan yang mengembangkan pabrik pengolahan ikan di Teluk Santong tersebut mengatakan, pabrik pengelolaan ikan mengusung satu model bisnis yang mendukung semua program pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Semua yang kita lakukan dalam rangka mengembangkan dan mendukung keberlangsungan perikanan dan mendukung nelayan skala kecil di Indonesia. Ini sejalan dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)," ujar Gerald, dalam keterangan tertulis, Jumat (9/6/2017).

Pabrik pengolahan ikan yang dihadirkan, yaitu triple bottom line. Sebuah model yang tidak hanya memperhatikan aspek finansial, tetapi juga sosial dan lingkungan. "Atau yang dikenal juga dengan people, planet, dan profit," ujar Gerald.

Ia melanjutkan, menjaga keberlangsungan kekayaan laut adalah menjadi hal utama. Karena itu dalam praktiknya Bali Seafood Internasional juga memberikan pemahaman dan pelatihan akan pentingnya menjaring ikan secara berkelanjutan.

Di antaranya adalah memberikan pelatihan memancing yang efektif, memberikan pemahaman bentuk dan ukuran ikan yang terbaik untuk ditangkap, juga cara penanganan ikan saat sudah di atas kapal. Semua itu penting untuk diketahui agar dapat memberikan harga jual ikan yang baik untuk nelayan.
Selain itu juga termasuk memberikan pelatihan manajemen uang dan pembiayaan mikro yang dapat mereka manfaatkan di saat musim melaut tidak memungkinkan.
"Indonesia adalah pusat biodiversity dunia, karena itu penting untuk memastikan kekayaan sumber daya laut Indonesia. Karena itu pula kami bekerja sama dengan nelayan-nelayan kecil tradisional," ujarnya.
Kehadiran pabrik pengolahan ikan nantinya juga akan memberi nilai tambah bagi nelayan. Karena jalur distribusi menjadi lebih ringkas dan nelayan langsung membawa hasil lautnya ke pabrik untuk kemudian dilakukan pengemasan.

"Nelayan tradisional banyak yang tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang baik di perahu kecil mereka. Penanganan yang tidak baik itu dapat membuat kerugian mencapai 60 persen karena ikan tidak lagi segar," kata dia.
Karena itu, ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk jajaran pemerintah Indonesia agar pabrik dapat segera beroperasi dan memberikan dampak langsung bagi nelayan, khususnya nelayan tradisional.

Sebelumnya Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi menyambut baik program kerja sama dan investasi tersebut. Ia berharap agar proyek kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi para nelayan tradisional di NTB.
"Selama bermanfaat bagi masyarakat, kami siap bekerja sama dalam pencanangan pusat perikanan ini dan harapan besar disertai keseriusan PT BSI," ucapnya.

(Liputan6)

Related

Berita Ekonomi 2215999582107459598

Post a Comment

item