Chengdu persingkat jalur ekspor-impor dengan kereta

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Chengdu International Railway Port (CIRP) telah mempersingkat jalur ekspor dan impor barang dari dan ke China dengan menggunakan kereta api.

"Pengangkutan barang dengan menggunakan kereta api jauh lebih cepat dibandingkan dengan kapal," kata Le Siyu selaku juru bicara CIRP di Chengdu, Kamis.

Ia menyebutkan bahwa pengiriman barang dari Ibu Kota Provinsi Sichuan di wilayah barat daya China itu ke berbagai negara di Eropa hanya menbutuhkan waktu sekitar 10 hari.

Sementara jika menggunakan kapal laut pengiriman barang dari China ke Eropa bisa memakan waktu sekitar satu bulan.

Demikian pula dari segi biaya, pengiriman barang dengan menggunakan kereta api hanya sepertiga dari biaya menggunakan kapal laut.

Pada tahun lalu CIRP telah mengirimkan 570 ribu kontainer, sedangkan pada tahun ini hingga bulan September sudah mencapai 460 ribu kontainer ke berbagai negara di Eropa dan Asia.

Pihak CIRP menargetkan pengiriman barang sebanyak 1,5 juta kontainer per tahun.

"Saat ini sedang kami kembangkan sistem agar bisa mencapai target tersebut," ujar Le.

China telah mengembangkan jaringan rel kereta api ke berbagai negara di Eropa, seperti Kazakhstan dan Jerman, dan Asia melalui Myanmar dan Thailand.

Dalam kesempatan mengunjungi CIRP di Distrik Qingbaijiang, Chengdu, Antara melihat beberapa komoditas ekspor dari Indonesia, di antaranya biskuit, kerupuk udang, sabun, dan produk perawatan tubuh lainnya.

Produk-produk tersebut dipajang di toko swalayan dekat pintu masuk kompleks CIRP bersama produk lainnya dari mancanegara.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari program "Diplomats Revisiting the Silk Road" yang diikuti sejumlah delegasi dari Asia, Eropa, dan Amerika.

Antara merupakan satu-satunya media yang mendapatkan kesempatan mengikuti program yang diselenggarakan di Chengdu dan Chongqing pada 16-22 Oktober 2017 itu. 

sumbe : antaranews.com

Related

Dunia 7683284185509938162

Post a Comment

item