Dokter Bedah Wanita Turunkan Risiko Pasien Meninggal Usai Operasi



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Dokter bedah perempuan kini jumlahnya terus meningkat dalam 50 tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan hal yang baik untuk kesetaraan. Dan sebuah penelitian malah menunjukkan operasi yang ditangani ahli bedah perempuan kemungkinan meninggal lebih kecil.

Sebuah studi berskala besar menemukan pasien yang telah dioperasi seorang ahli bedah wanita, 12 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal selama 30 hari pada pemulihan berikutnya.

Para periset dari University of Toronto, meneliti 104.630 pasien yang menjalani operasi antara 2007 dan 2015. Peneliti mencocokkannya dengan usia dan pengalaman, serta jumlah operasi yang mereka lakukan dan rumah sakit tempat ahli bedah bekerja.

Semua variabel ini diperhitungkan dan para peneliti menemukan ahli bedah wanita lebih baik dalam merawat pasien mereka tetap hidup selama 30 hari setelah operasi.

Meskipun praktisi medis wanita sama kompetennya dengan pria, seksisme terhadap dokter wanita, ahli bedah, dan ahli anestesi terus berlanjut di seluruh dunia.

(Liputan6)

Related

Info Unik 5876938583604963722

Post a Comment

item