Palinggih Pelabuhan Gunaksa Tergerus


www.nusabali.com-palinggih-pelabuhan-gunaksa-tergerus

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Akibat derasnya arus Tukad Unda dan terjangan ombak, sejumlah bangunan setempat rusak. Di antaranya, senderan dan beberapa palinggih di areal Padmasana Pelabuhan, akses jalan eksisting (darurat) yang merupakan penghubung satu-satunya juga kembali putus. Kabid Pelayaran Dinas Perhubungan Klungkung Gusti Suarba saat dihubungi, membenarkan hal tersebut. Kata dia, kerusakan tersebut disebabkan curah hujan tinggi sejak Jumat (6/10). Sehingga arus air Tukad Unda makin deras, ditambah saluran pembuangan air di sisi barat pelabuhan. “Hal itu membuat air sungai meluap,” ujarnya, Minggu (8/10).

Jelas Suarba, dampaknya air numplek di sisi utara hingga menggerus lahan pelabuhan, termasuk menggeser senderan dan tembok panyengker Padmasana. Sejumlah palinggih juga amblas. “Kami sudah turun untuk mengeceknya,” imbuhnya.

Pihaknya juga sudah membuat laporan terkait kejadian tersebut untuk disampaikan ke pusat. Karena kewewenangan itu ada di pusat. Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak karena berhadapan dengan kondisi alam. Di samping itu, derasnya Tukad Unda juga kembali memutus jalan eksisting (dalam tahap pengerasan).

Persoalan lain yang mengancam pelabuhan antar provinsi di eks Galian C, Desa Gunaksa tersebut yakni jika Gunung Agung meletus. Karena posisi pelabuhan yang dibangun dengan dana Rp 200 miliar ini, berada di muara Tukad Unda, Klungkung. Seperti, erupsi Gunung Agung pada 1963 silam, lokasi ini juga terdampak lahar. 

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Klungkung I Nyoman Sucitra mengaku tidak bisa berbuat banyak jika memang terjadi bencana alam Gunung Agung meletus. Mengingat posisi pelabuhan tepat di areal galian C yang notabena bekas lahar Gunung Agung 1963. “Kalau itu terjadi otomatis akan kembali ke nol, namun untuk aset tersebut yang sudah dibebaskan tetap menjadi milik pemerintah,” ujar Sucitra belum lama ini.

Kandati demikian karena hal tersebut belum jelas, apakah akan terjadi atau tidak, pihak terkait dalam proyek pelabuhan ini saat ini masih bekerja sesuai tugas masing-masing. Kata Sucitra dari pusat rencananya akan melebarkan kondisi kolam di areal pelabuhan. Sedangkan Pemkab Klungkung dalam hal ini Dishub tengah mendata pensertifikatan pembebasan lahan terkait pembangunan jalan menuju pelabuhan, yang sebelumnya sempat bermasalah. 

(NusaBali)

Related

Warta Semarapura 9051789994705243788

Post a Comment

item