Bali United Kantongi Tiket Babak Delapan Besar, Spaso Blak-blakan Ingin Jumpa Mantan Klubnya


Bali United Kantongi Tiket Babak Delapan Besar, Spaso Blak-blakan Ingin Jumpa Mantan Klubnya

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Sempurna! Bali United menyapu bersih tiga laga penyisihan Grup D Piala Presiden 2018.
Menariknya, Serdadu Tridatu menorehkan tiga kemenangan dengan skor identik; 3-2! Fadil Sausu cs pun lolos ke babak perempat final dengan status juara Grup D.
Pada laga terakhir Grup D di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (29/1) malam, Bali United menekuk Persija Jakarta 3-2.
Sebelumnya Bali United menang dengan skor serupa atas Borneo FC dan PSPS Riau.
Tiga gol Bali United ke gawang Persija tercipta dari kaki Ilija Spasojevic menit sembilan, serta penalti Kevin Brands (25') dan Stefano Lilipaly (53'). Sedang dua gol Persija dicetak Ivan Carlos menit 55 dari titik penalti dan tendangan bebas Jaimerson Xavier (65').
Hingga tadi malam, sudah ada tujuh tim yang memastikan lolos ke perempat final. Empat tim berstatus juara grup yaitu Sriwijaya FC, Mitra Kukar, Persebaya Surabaya, dan Bali United.
Tiga tim lolos sebagai runner up terbaik masing-masing PSMS Medan, Madura United, dan Persija.
Masih ada satu tiket tersisa yang diperebutkan di Grup E. Arema FC, Bhayangkara FC (BFC), dan Persela Lamongan akan melakoni partai hidup mati pada laga terakhir di Grup E hari ini untuk mendapatkan satu tiket tersisa.
Spaso --panggilan Ilija Spasojevic-- pun berharap BFC lolos ke perempat final. Dan, striker naturalisasi ini ingin bertemu mantan klubnya itu pada babak knock out Piala Presiden 2018.
"Saya respect kepada semua tim yang lolos. Saya pribadi, mau hadapi Bhayangkara, saya harap bertemu Bhayangkara, pasti sangat seru," kata Spaso usai laga semalam di Stadion Dipta.
Musim lalu Spaso berhasil membawa BFC juara Liga 1 Indonesia. Dalam setengah musim, striker naturalisasi ini mencetak 12 gol.
Spaso menilai tujuh tim yang sudah lolos ke perempat final merupakan tim-tim kuat. Secara khusus ia mewaspadai kekuatan Persija yang berpotensi jadi juara Piala Presiden 2018.
Pemain berdarah Montenegro ini pun menargetkan merengkuh juara bersama Bali United.
Setelah tiga tahun merasakan juara di Malaysia dan Indonesia, Spaso ingin juara bersama Bali United. Juara Piala Presiden 2018maupun Liga 1 Indonesia 2018.
"Target saya bukan menjadi top skor, target juara. Saya mau jadi juara dengan Bali United. Kalau mau jadi top skor, tadi (semalam, red) saya ambil penalti. Ada yang mau ambil, silakan. Yang penting kita menang dan juara. Top skor itu bonus," kata Spaso, yang baru cetak satu gol di Piala Presiden 2018.
Adapun posisi top skor sementara ditempati penyerang sayap Bali United, Stefano Lilipaly, dengan koleksi empat gol. Fano menambah satu gol dari titik penalti ke gawang Persija, tadi malam.
Tendangan 18 Meter
Menghadapi Persija dalam laga bertajuk perebutan juara grup, Pelatih Kepala Bali United Widodo C Putro benar-benar menurunkan skuat utama.
Hanya bek asal Korea Selatan Ahn Byung Keon yang disimpan, dan digantikan bek lokal Agus Nova.
Irfan Bachdim juga absen karena cedera. Posisinya ditempati Yabes Roni. Nick van der Velden dimainkan sebagai gelandang bertahan bersama Il Capitano Fadil Sausu, dan Stefano Lilipaly diplot sebagai penyerang sayap.
Widodo juga memberikan kesempatan kepada gelandang asal Belanda, Kevin Brands, untuk unjuk gigi. Brands dimainkan di posisi aslinya sebagai gelandang serang.
Bali United langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan sembilan menit. Kiper muda Persija, Muhammad Rizky Darmawan, dikejutkan dengan tendangan keras Spaso dari jarak jauh.
Bola tendangan Spaso dari jarak 18 meter itu meluncur ke sudut gawang Persija. Gol ini tercipta memanfaatkan bola rebound dari duel udara antara Yabes Roni kontra dua bek Persija.
Skuat Bali United mencoba memainkan laga dengan determinasi tinggi. Pressure dan langsung menyerang ke jantung pertahanan Persija.
Dua penyerang sayap, Yabes Roni dan Lilipaly, aktif dengan kecepatan dan melepaskan crossing.
Tempo permainan di lini belakang ditarik hingga ke kiper Wawan Hendrawan. Beberapa build up dimulai dari Wawan, ke Van der Velden, dan melepaskan umpan panjang ke jantung pertahanan Persija.
Pola ini efektif. Pada menit ke-23 Yabes Roni melepaskan crossing terukur dari sisi kanan menyerang Bali United. Bola Yabes Roni ditujukan untuk Spaso dan Lilipaly, namun pemain belakang Persija, Ismed Sofyan, mendorong Spaso yang sudah bersiap menyundul bola.
Wasit utama Prasetyo Hadi langsung menunjuk titik penalti dan mengganjar Ismed dengan kartu kuning. Protes sempat dilakukan Ismed dkk, tapi wasit tetap pada keputusannya.
Kevin Brands yang mengambil alih penalti. Dengan dingin, mantan pemain AZ Alkmaar ini berhasil mengecoh Rizky Darmawan.
Brands dan Spaso sempat rebutan penalti. Brands terlihat meminta bola yang telah dipegang Spaso. Di sinilah Spaso menunjukkan jiwa besarnya.
Ia akhirnya berikan bola kepada Brands setelah diskusi dengan Lilipaly.
Setelah gol ini, menit 25 Brands menerima kartu kuning akibat menganjal Ivan Carlos.
Moment ini terjadi usai Andhika tergeletak disikut Ivan Carlos.
Menit ke-37, Lilipaly membobol gawang Persija hasil asis Van der Velden. Tapi dianulir wasit karena asisten wasit satu melihat Lilipaly lebih dulu offside.
Setelah ini, Lilipaly kembali mendapat peluang emas kembali dari asis VdV. Namun, bola lob yang dilepaskannya masih bisa diantisipasi kiper.
Andhika juga memiliki peluang emas di depan gawang, sayang tendangan kerasnya ditepis penjaga gawang dan hanya hasilkan pojok.
Seandainya Andhika yang lepas sendirian di sisi sayap memutuskan memberi umpan kepada Lilipaly mungkin ceritanya bisa lain.
Saat itu Lilipaly sudah lepas sendirian di depan gawang lawan. Tapi Andhika memutuskan menendang langsung bola ke gawang.
         
Tumpuk Pemain Bertahan
Babak kedua, Bali United langsung tancap gas. Lilipaly langsung mendapat peluang namun belum bisa menjadi gol.
Gol ketiga Bali United baru tercipta menit 50 lewat titik penalti setelah Andhika Wijaya dilanggar kiper Persija dalam kotak keramat.
Lilipaly menjadi eksekutor mampu merobek gawang Rizki Darmawan ketiga kali. Bali United unggul 3-0.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Menit ke-55 Agus Nova handball saat mencoba memblok shooting pemain Persija di kotak penalti. Wasit memberi hadiah penalti. Ivan Carlos sukses eksekusi penalti dan memperkecil skor 3-1.
Setelah itu, Bali United kembali berbalik menekan. Sayang, gol Brands kembali dianulir wasit. Ia dianggap melakukan pelanggaran saat terjadi kemelut di gawang.
Menit 64, WCP mulai melakukan eksperimen. Kevin diganti Hanis Sagara, Fadil Sausu diganti Taufik, dan ban kapten beralih ke Van der Velden.
Pelanggaran Ricky Fajrin terhadap Riko Simanjuntak di luar kotak penalti kemudian menjadi petaka. Tendangan "ganyong" super keras Jaimerson Da Silva Xavier menembus pagar betis dan merobek gawang Wawan.
Setelah gol ini, Persija terus menekan dan berusaha mendikte pertandingan. Beberapa peluang lahir setelah Marko Simic ganti Riko, dan Maman Abdul Rahman gantikan Gunawan Dwi Cahyo.
Melihat derasnya tekanan Persija, WCP langsung memainkan hampir delapan pemain bernaluri bertahan. Menit 85 Gede Sukadana masuk gantikan Yabes Roni, Lilipaly diganti Ahmad Agung.
Bali United pun bermain dengan enam pemain bertahan. Tiga center back yaitu Agung, Agus Nova, dan Demerson, dua bek kiri dan kanan, dan Van der Velden sebagai jangkar.
Komposisi ini ditambah Sukadana dan Taufiq yang juga punya karakter bertahan. Hanya Spaso dan Sagara yang dibiarkan mengisi sektor penyerang.
Dengan taktik menumpuk pemain bertahan ini, Bali United berhasil menjaga keunggulan hingga akhir laga. Bali United pun mencetak hattrrick skor 3-2. 
(TribunNews)

Related

Olahraga 4177187288902527949

Post a Comment

item