Lewat Program Super Untung Jaman Now, BTN Genjot Dana Murah

Ilustrasi rupiah

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melaporkan berhasil meraup dana pihak ketiga (DPK) ritel sebesar Rp 7,6 miliar dari program Super Untung Jaman Now yang diluncurkan pada awal Desember 2017.
BTN pun kembali menggelar roadshow untuk meraup dana ritel lewat Program Super Untung Jaman Now.
Kota-kota yang menjadi tujuan roadshow yakni di Jakarta, Bekasi, Serpong dan Surabaya, BTN mengadakan aktivasi Program Super Untung Jaman Now di Paragon Mall, Semarang dan E Walk Mall Balikpapan, serta akan digelar di Medan.
Selama event berlangsung di kota-kota tempat roadshow digelar, BTN memberikan penawaran khusus. Dengan menabung sebesar Rp 111 juta, penabung bisa langsung membawa pulang iPhone X, tabungan gratis Rp 68.000.
“Dengan roadshow, kami bisa berinteraksi langsung nasabah potensial untuk bergabung dengan program ini, dengan melakukan event yang penuh hiburan dan aneka barang kekinian bagi nasabah sehingga mereka tertarik mengikuti program Super Untung Jaman Now,” kata Direktur BTN Budi Satria dalam pernyataannya, Minggu (18/2/2018).
Super Untung Jaman Now merupakan salah satu strategi BTN memupuk DPK ritel, yang mencatatkan pertumbuhan yang signifikan di awal tahun ini.
Sebagai catatan, dengan jumlah penabung mencapai sekitar 7,5 juta nasabah, DPK Ritel BTN yang terdiri dari produk Tabungan BTN Batara, Tabungan BTN Prima, Tabungan BTN e’BataraPos, dan Deposito ritel per 14 Februari 2018, tumbuh sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 51,38 triliun.
Khusus untuk program Super Untung Jaman Now, Bank BTN berhasil menggaet 872 rekening, jauh dari target yang dipatok pada awal peluncuran program pada bulan Desember 2017 lalu sebesar 500 rekening.
Seiring dengan penambahan jumlah rekening, jumlah tabungan Batara yang berhasil diraup mencapai Rp 1,2 triliun. Dengan pencapaian yang cukup baik ini, Budi, optimistis bisa mengejar target pertumbuhan DPK 2018 sebesar 19-22 persen.










sumber : kompas.com

Related

Berita Ekonomi 7289591870731641129

Post a Comment

item