Absen Wajah ASN Masih Jadi Polemik

www.nusabali.com-absen-wajah-asn-masih-jadi-polemik

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali    Sejumlah guru merasa keteteran membagi waktu antara hadir tepat waktu di sekolah dan mengurus anak di rumah terutama yang masih TK. Sehingga sehabis ngabsen ada guru yang izin pulang lagi untuk mengurus anak.

“Setelah ngabsen saya pulang sebentar, setelah itu baru ke sekolah dulu, karena lewat absen retina mata ini tidak bisa terlambat,” ujar seorang guru SMP di Klungkung, yang enggan disebutkan namanya, Minggu (11/3).

Jika sebelum penerapan absen wajah, begitu bangun pagi guru yang bersangkutan mengurus anaknya dulu. Belum lagi anak kerap menangis sehingga datang ke sekolah agak terlambat beberapa menit. Kini karena mengejar absen wajah, maka absen ini diprioritaskan, di satu sisi mengurus anak juga tidak bisa diabaikan.

Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Dewa Gde Darmawan mengaku sudah mengantisipasi persoalan ini. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan masing-masing kepala sekolah untuk melakukan pengawasan. Kepala sekolah agar mengawasi para guru agar tidak ke luar sekolah, kecuali kegiatan kedinasan. “Kami dari dinas juga terus memantau,” katanya.

Kata Dewa Darmawan, Tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Pemkab Klungkung juga akan turun ke sekolah-sekolah. Sehingga apabila saat tim turun dan ada guru yang meninggalkan sekolah tanpa kegiatan kendinasan, tentu akan mendapatkan teguran dan sanksi. “Kalau ditemukan melanggar, kami akan berikan surat peringatan, sejauh ini kami belum ada menerima laporan terhadap guru yang pulang usai ngabsen pagi, kemudian datang lagi ke sekolah” tegasnya. Bahkan, jelas Darmawan, sesuai peraturan, sanksi lebih lanju bisa dikenakan penundaan kenaikan pangkat.

Sebagaimana diketahui, Dinas Pendidikan (Disdik) Klungkung menggelar uji coba absen elektronik retina mata atau dikenal absen wajah pada beberapa sekolah di Klungkung. Pemberlakuan absen ini dimulai sejak Januari 2018 dengan anggaran pengadaan mesin sekitar Rp 900 juta. Upaya ini untuk meningkatkan disiplin guru dari segi kehadiran tepat waktu di sekolah.

Sebelumnya, untuk absen pagi dimulai pukul 06.30 Wita-07.00 Wita, sedangkan absen siangnya pukul 14.00 Wita. Penerapan absen wajah ini bermula saat Tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Pemkab Klungkung melakukan beberapa kali sidak ke sekolah-sekolah. Ketika tim turun ada saja persoalan yang ditemukan, salah satunya disiplin guru atau guru malas mengajar dan tidak tepat waktu datang ke sekolah. Oleh karena itu, tahun 2017 Disdik memprioritaskan permasalahan kedisiplinan guru di Klungkung. Diantaranya tahun ini dipasang absensi retina mata di seluruh sekolah SD dan SMP di Klungkung.

Anggaran dari APBD induk 2017 Rp 900 juta untuk pemasangan absensi retina mata pada 137 SD dan 23 SMP. Sekretaris Disdik Klungkung Ketut Sujana mengatakan, tujuan dari absensi wajah ini agar guru-guru hadir tepat waktu.













sumber : nusabali.com

Related

Warta Semarapura 7326921244134526398

Post a Comment

item