Campuran Minuman Energi dan Alkohol Picu Tindak Kekerasan

Campuran Minuman Energi dan Alkohol Picu Tindak Kekerasan

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Jangan main-main dengan mencampur minuman energi dengan alkohol. Meneguk campuran itu, Anda bisa-bisa mendadak menjadi pemberani dan main pukul sana-sini dalam sebuah pesta miras.

Sebuah penelitian anyar menemukan bahwa beberapa kandungan dalam minuman energi bisa memperburuk dampak negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan "binge drinking". 

"Binge drinking" adalah "pesta mabuk-mabukan" yang merujuk pada kebiasaan mengonsumsi alkohol berat beramai-ramai dengan niat hanya untuk mabuk dan dilakukan dalam waktu singkat. Pesta mabuk-mabukan selalu dikaitkan dengan bahaya sosial yang mendalam.
Dalam pesta miras, banyak orang mencampur minuman energi dengan alkohol demi melawan sifat menenangkan yang diberikan alkohol.

Para peneliti dari University of Portsmouth dan Federal University of Santa Maria menemukan bahwa taurine--salah satu kandungan yang ada dalam alkohol--bisa memperburuk dampak negatif yang ditimbulkan dari budaya pesta miras. Pencampuran minuman energi itu semakin menurunkan rasa takut dan menimbulkan masalah dalam komunikasi. Hal itu secara kolektif mampu meningkatkan risiko pertempuran atau pertengkaran, kekerasan, dan perilaku-perilaku negatif lainnya.

"Dampak mencampurkan energi dan alkohol ini sebenarnya belum begitu mapan. Tapi setidaknya penelitian ini memperlihatkan adanya dampak buruk yang ditimbulkan dari kebiasaan itu terhadap perilaku negatif seorang pemabuk," ujar penulis studi, dr Matt Parker, seorang pengajar di Behavioural Pharmacology and Molecular Neuroscience University of Portsmouth, dalam keterangannya.
Para peneliti melakukan tes terhadap bagaimana taurine dan alkohol memengaruhi perilaku 192 ikan zebra. Peneliti membagi ikan-ikan zebra itu ke dalam tiga kelompok yang diletakkan dalam tempat yang berbeda-beda: air biasa, alkohol, dan alkohol ditambah taurine selama satu jam. 

Peneliti menganalisis dan mengecek rasa takut 192 ikan zebra itu, termasuk respons mereka terhadap predator.

Hasilnya, meski berada dalam satu kawanan, ikan yang terpapar alkohol dan taurine lebih sedikit berinteraksi daripada ikan lainnya yang hanya terpapar air dan alkohol. Tak hanya itu, ikan-ikan yang terpapar alkohol dan taurine juga memperlihatkan tindakan yang lebih berisiko seperti menghabiskan waktu lebih banyak di areal berbahaya dan menantang para predator.
"Binge drinking dan penyalahgunaan alkohol adalah masalah utama di Inggris dan di seluruh dunia," kata Parker. Pada dosis tinggi, kata dia, alkohol yang dicampur dengan minuman energi ini menimbulkan masalah seperti pertengkaran atau perilaku berisiko lainnya.

Sebagai informasi, pemilihan iklan zebra dalam penelitian ini didasarkan pada perilaku merespons alkohol mereka yang sama dengan manusia. Selain itu, ikan zebra juga dianggap sebagai spesies ikan yang senang hidup berkelompok dan bersosialisasi. Hal itu membuat para peneliti menganggap bahwa ikan zebra ideal untuk studi ini.

"Kebiasaan ini meningkatkan potensi risiko. Masyarakat harus sadar bahwa kebiasaan mencampur minuman energi dan alkohol ini harus menjadi perhatian dan dihentikan," kata Parker.





































sumber : CNNIndonesia.com

Related

Gaya Hidup 7170434349404984059

Post a Comment

item