Polda Bali Akan Rekayasa Lalin Jelang IMF

www.nusabali.com-polda-bali-akan-rekayasa-lalin-jelang-imf

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Ditlantas Polda) Bali dalam waktu dekat bakal melakukan rekayasa arus lalu lintas di kawasan Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, menjelang Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB), Oktober 2018.

“Menjelang IMF, kami telah membentuk satgas pengawal, rute, dan parkir untuk para delegasi yang akan melakukan pertemuan di Bali, guna mencegah kemacetan arus lalu lintas di kawasan Nusa Dua,” kata Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Bali AKBP Nyoman Sukasena, di Denpasar, Jumat (24/8).

Upaya rekayasa arus lalu lintas ini karena akan ada sekitar 15.000-an peserta VVIP dengan jumlah stafnya yang mencapai 50.000 orang beserta puluhan kepala negara dan pemerintahan akan datang, seperti chief executive officer  dan chief financial officer yang datang ke Pulau Dewata.

Salah satu contoh rekayasa jalan yang akan dilakukan pihak Ditlantas Polda Bali adalah dengan menerapkan sistem satu jalur di dekat Kampus Politeknik Unud nanti yang akan menuju Objek Wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK), sehingga bus dan kendaraan delegasi dapat bermanuver dengan lincah di tanjakan.

“Karena di dekat kampus ini ada tanjakan yang terjal, sehingga bus dan kendaraan para delegasi ini bisa bermanuver di tanjakan dengan baik,” ujar AKBP Sukasena.

Tidak hanya mengatur lalu lintas, Ditlantas Polda Bali juga telah akan mengatur parkir 2.000 bus yang rencananya tiba di kawasan GWK saat berlangsungnya galadiner. “Kami upayakan 2.000 bus bisa terparkir di GWK dengan rapi,” imbuhnya.

Terkait kesiapan kendaraan 2.000 bus tersebut, disiapkan oleh pihak IO yang menyelenggarakan acara IMF-WB. Namun, terkait pengawalan para delegasi, anggota Polda Bali sudah siap untuk itu.

“Kami juga sudah mengajukan ke Mabes Polri agar menambah 70 sepeda motor dan 50 mobil patroli untuk mengawal mobil delegasi,” tuturnya.

Ditlantas Polda Bali juga berencana pada pekan depan melakukan uji coba dan rekayasa jalan di sekitar underpass Simpang Ngurah Rai – Bandara Ngurah Rai, guna melihat apakah ada dampak kemacetan atau tidak.

“Pelaksanaan IMF di Bali kami upayakan berjalan dengan lancar sesuai harapan bersama, karena penyelenggaraan konferensi ini akan membawa dampak perekonomian bagi Pulau Bali khususnya dan Indonesia umumnya,” katanya.

Selain itu, Polda Bali juga segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Bali terkait hal ini. “Kami juga akan berkirim surat kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bali agar para pelajar yang berada di sekitar acara IMF diliburkan pada 13–14 Oktober 2018,” ujarnya. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi saat melakukan tinjauan mingguan proyek penunjang pelaksanaan IMF – World Bank, mengatakan empat paket proyek yang dimaksud adalah paket I, yaitu pematangan lahan sisi barat dan pembangunan apron barat. Paket 2, konstruksi apron timur dan pemindahan sewage treatment plant (STP). Paket 3, pembangunan Gedung VVIP, Base Ops TNI AU, dan penggantian line maintenance airlines. 

“Realisasi pembangunan paket 1 mencapai 59,22 persen. Realisasi pembangunan paket 2 saat ini telah mencapai 92,71 persen. Realisasi pengerjaannya telah mencapai 86,74 persen. Melihat perkembanagn progres proyek optimis dapat selesai tepat waktu,” tutur Faik.

Dikatakannya, dengan selesainya pembangunan apron barat dan apron timur yang memiliki 10 parking stand baru, diharapkan proses verifikasi oleh Dirjen Perhubungan Udara dapat dirampungkan pada pertengahan September. Sehingga 10 parking stand tersebut dapat dioperasikan sebelum pagelaran IMF-WB Annual Meeting 2018 Oktober mendatang. 

“Hal tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan turis ke Bali untuk mencapai target wisatawan yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata.” harap Faik.  Di luar paket utama pekerjaan pengembangan fasilitas di Bandara Ngurah Rai, juga ada proyek pembangunan gedung parkir mobil bertingkat yang rencananya akan dioperasikan secara fungsional 3 lantai pada Oktober mendatang. Ini akan menambah kapasitas parkir kendaraan roda empat sebanyak 546 mobil. 

“Saya ingatkan seluruh kontraktor, tidak hanya mengejar target penyelesaian proyek saja, namun jangan sampai melupakan jaminan kualitas pekerjaan yang menjadi hal yang  sangat penting, serta jangan sampai tidak lolos tahap verifikasi dan tidak bisa dipergunakan nantinya,” tegas Faik.






























sumber : nusabali.com

Related

Seputar Bali 5017562899418937249

Post a Comment

item