Beroperasi November, Pembangunan PLTB Tolo Capai 96,68 Persen

Beroperasi November, Pembangunan PLTB Tolo Capai 96,68 Persen

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDMIgnasius Jonanmenyatakan perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo 72 Mega Watt (MW) di Jeneponto, Sulawesi Selatan sudah mencapai 96,68 persen. Dengan perkembangan pembangunan tersebut ia menargetkan PLTB tersebut bisa mulai dioperasikan 21 November mendatang.

"Penyelesaiannya lebih cepat beberapa bulan dari yang sudah ditargetkan," ujar Jonan dalam keterangan resmi Kementerian ESDM, dikutip Selasa (25/9).

Jonan mengatakan terkesan dengan pembangunan PLTB Colo. Pembangunan tersebut melibatkan 950 pekerja. Dari total pekerja tersebut, 97 persen di antaranya warga negara Indonesia. 
Hanya 27 orang atau 3 persen pekerja yang berasal dari luar negeri. Jonan mengatakan pelibatan pekerja asing dalam proyek tersebut pun akan dibatasi hanya pada saat konstruksi saja.


Selanjutnya, pada saat operasi jumlah tenaga kerja asing di proyek tersebut akan dipangkas tinggal seorang saja. 
Dari segi teknis, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Jonan mengatakan PLTB Tolo mencapai 42 persen. 

Nantinya, PLTB Tolo akan memiliki 20 Wind Turbine Generator (WTG) dengan tinggi 133 meter dengan panjang baling-baling 63 meter berkapasitas masing-masing sebesar 3,6 MW, yang beroperasi mengalirkan listrik. Hingga saat ini, sudah 10 WTG yang sudah terpasang, dan WTG ke-11 sedang dalam pengerjaan.
Listrik yang dihasilkan PLTB Tolo akan disalurkan ke sistem transmisi PT PLN (Persero) dengan tegangan 150 kiloVolt (kV). Untuk penyaluran tenaga listrik, telah dibangun satu substationbaru, yakni Substation Tolo, dan modifikasi pada substation PLN Jeneponto. Selain itu, dua unit transformator telah dipasang dengan kapasitas masing-masing 45 Volt Ampere (VA).
Sementara, estimasi produk listrik adalah 198,6 Giga Watt (GW) pertahun, dengan kecepatan angin 6 meter perdetik (m/s) dan capacity factor 30 persen. PLTB Tolo juga ditargetkan akan mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 160.600 ton karbon dioksida (CO2) per tahun.
Sebagai informasi, proyek PLTB Tolo menelan investasi sebesar US$160,7 juta. Peletakan batu pertama proyek ini dilakukan pada pada 2 Juli 2018 lalu. Penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) PLTB Tolo telah dilakukan pada 14 November 2016 silam dengan masa kontrak 30 tahun. Adapun harga jual listrik PLTB Tolo yang disepakati sebesar 11,85 sen dolar AS per kWh.
































sumber : CNNIndnesia.com

Related

Berita Ekonomi 4655836897441995562

Post a Comment

item