Harga Anjlok, Pemerintah Beli Karet Petani untuk Aspal Jalan

Harga Anjlok, Pemerintah Beli Karet Petani untuk Aspal Jalan

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Pemerintah berencana untuk membeli karet langsung kepada petani dengan harga di atas pasar global mulai Desember mendatang. Karet tersebut rencananya akan digunakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai olahan aspal jalan. 

Presiden Joko Widodo menyebut keputusan tersebut diambil pemerintah setelah melakukan kajian terkait harga karet yang terus turun. Rata-rata harga karet dunia saat ini hanya mencapai US$1,43 per kg, atau sudah turun sekitar 13 persen sepanjang tahun ini.

Harga karet global hanya tersisa kurang dari seperempat harga tertinggi pada 2011 yang sempat mencapai US$6,26 per kg.


"Kami putuskan, karet yang harganya jatuh jadi Rp 6.000 per kg (harga petani) akan dibeli oleh Kementerian PUPR. Beli langsung kepada petani atau melalui koperasi mulai Desember ini. Harganya kisaran Rp7.500-Rp 8.000 per kg. Karet tersebut rencananya akan digunakan sebagai olahan aspal jalan," ujar Jokowi disela kegiatan penyerahan SK hutan sosial di Hutan Wisata Puntikayu Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (25/11).
Nantinya, karet yang dibeli oleh Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI tersebut akan digunakan sebagai olahan aspal jalan yang sedang dikembangkan.

"Ini harganya masih dihitung biar final, nanti kami akan hitung-hitungan lagi. Kalau ada peluang harga lebih, itu nanti disampaikan," terang dia. 
Keputusan pemerintah tersebut disampaikan Jokowi usai mendengar keluhan sejumlah petani terkait anjloknya harga karet. Jokowi pun menjelaskan karet merupakan komoditas global yang harganya tidak bisa diatur oleh pemerintah.

"Tidak hanya Indonesia, namun seluruh negara penghasil kelapa sawit, misalnya Malaysia dan Thailand juga terdampak. Harga global memang kita tidak bisa ikut campur," terang dia. 



















sumber : CNNIndonesia.com

Related

Berita Ekonomi 2746967031950448653

Post a Comment

item