Menhub Minta Manajemen Bentuk Tim Tatib Naik MRT

Menhub Minta Manajemen Bentuk Tim Tatib Naik MRT

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta manajemen PT MRT Jakarta untuk membentuk tim tata tertib yang berfungsi memberi layanan hingga teguran kepada penumpang di dalam Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT). 

Menurut dia, tim tersebut dibutuhkan agar pelayanan dapat diberikan secara maksimal. Terlebih, moda transportasi massal ini masih baru, sehingga perlu sosialisasi cara bertransportasi di dalam kereta bagi penumpang. 

Tim tersebut juga dibutuhkan ketika ada pelanggaran yang dilakukan oleh penumpang, meski pelanggaran itu bisa saja terjadi karena masyarakat belum menyesuaikan diri dengan budaya bertransportasi.


"Kami meminta kepada MRT untuk mempersiapkan tim yang bisa menegur dengan tegas bagi mereka yang melanggar. Ya ini tegas, tapi cenderung persuasif karena lifestyle baru," ungkap Budi Karya di kawasan Car Free Day, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (24/3). 
Ia menilai cara ini bakal ampuh untuk mengenalkan dan membiasakan budaya bertransportasi modern yang sejatinya sudah diadopsi oleh masyarakat di negara-negara lain yang sudah lebih dulu memiliki MRT, misalnya negara tetangga, Singapura. 

"Kalau di Singapura kan tertib, masa di negara sendiri tidak tertib?" imbuhnya. 

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan sedang melihat strategi pendekatan yang harus dilakukan oleh manajemen. Namun, saat ini manajemen berusaha melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran komunikasi yang dimiliki. 

Mulai dari pusat informasi secara fisik di stasiun, seperti kantor pelayanan, papan informasi, hingga petugas yang tersebar di masing-masing stasiun. Lalu, perusahaan juga terus memaksimalkan fungsi informasi dari media sosial, seperti situs resmi, Instagram, hingga aplikasi di ponsel pintar. 
Adapun, beberapa tata tertib yang harus dipatuhi penumpang yaitu, tidak boleh makan dan minum selama berada di dalam kereta, tidak membuang sampah sembarangan, memberikan kesempatan untuk penumpang keluar kereta lebih dulu sebelum memasuki kereta, tidak mengeluarkan suara berlebihan di dalam kereta, dan lainnya. 

"Kami harapkan masyarakat berperilaku baik, santun, seperti yang sudah ditetapkan sesuai aturan," katanya. 

Meski begitu, ia mengatakan opsi memberikan sanksi tetap dipikirkan oleh manajemen bila berbagai sosialisasi dan upaya penertiban tidak berhasil dijalankan. Sayangnya, ia masih enggan merinci seperti apa bentuk-bentuk sanksi yang tengah dikaji manajemen. 

"Pada waktunya kalau memang itu tidak jalan, kami akan terapkan mekanisme sanksi. Beberapa bulan kami evaluasi, kalau terbangun budaya itu kami dorong. Kalau tidak berjalan, kami pakai sanksi tentu sesuai aturan yang bisa kami terapkan," jelasnya. 
MRT fase pertama dari kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat resmi beroperasi secara komersial gratis. 

Mulai Senin (25/3) besok, masyarakat yang ingin menggunakan MRT Jakarta masih bisa menaiki kereta tanpa dipungut bayaran, namun masyarakat tetap harus menempelkan alias tap kartu perjalanan di pintu masuk. Operasi kereta akan dilakukan mulai pukul 05.30 hingga 22.30 WIB.




























sumber : CNNIndonesia.com

Related

Berita Ekonomi 8604794957812070337

Post a Comment

emo-but-icon

item