Kisah Perempuan yang Menikah dengan Sebuah Jembatan

menikah

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Bak mimpi, seorang perempuan Australia mengaku telah menikahi suami yang "tampan, kuat dan kokoh."
Tapi, sang pujaan hati bukan manusia, melainkan sebuah jembatan di Prancis.
Betul, sebuah jembatan.
Jodi Rose dari Sydney, menikahi Le Pont du Diable --diterjemahkan menjadi 'The Devil's Bridge' atau Jembatan Setan-- di Sungai Tech di Ceret, Prancis selatan pada 2013.
Rose jatuh cinta dengan struktur bangunan terbuat dari batu abad ke-14 saat bepergian ke negara itu.
Mereka menjadi suami-istri selama upacara yang dihadiri oleh 14 tamu dan diberkati oleh walikota kota tetangga di Saint-Jean-de-Fos.
Rose mengatakan menikahi jembatan 'terasa indah'.
"Aku benar-benar sangat gugup ... Aku merasa seperti pengantin. Saya baru saja mengalami pernikahan bak seorang putri," katanya kepada Sunday Night, seperti dilansir The Daily Mail, Selasa (21/5/2019).
Jodi Rose berbicara kepada Sunday Night untuk sebuah cerita tentang synaesthesia personifikasi objek, suatu kondisi di mana orang menghubungkan objek dengan kepribadian dan jenis kelamin.
Rose masih dengan bangga memakai cincin kawinnya yang disematkan pada The Devil Bridge pada 2013, dan versi kustomisasi yang lebih besar yang dibuat untuk Le Pont du Diable diletakkan di atas struktur jembatan.
"Aku meletakkan cincin di atasnya, baby ... kau sudah melihatnya, dia ('He' sebut Rose mereferensi The Devil Bridge) sangat tampan, dia kuat dan kokoh dan aku berpikir, ya, ini adalah seseorang yang benar-benar bisa terhubung denganku, dan yang kurasa bisa memberiku beberapa pondasi," kata Rose.
Perkawinan mereka tidak diakui secara hukum di Prancis tetapi Rose mengklaim persatuan mereka kuat.
Menulis di blog pada saat pernikahannya tahun 2013, Jodi Rose mengatakan dia telah berkeliling dunia saat merekam proyek musik yang melibatkan jembatan ketika dia memutuskan Le Pont du Diable adalah 'Sang Jodoh'
"Dia ('He' sebut Rose mereferensi The Devil Bridge) membuatku merasa terhubung dengan Bumi dan menarikku untuk beristirahat dari pengembaraan nomadku yang tak berkesudahan. Dia kokoh, stabil, berakar ke tanah, sementara aku nomaden, tak menetap, dan selalu di jalan," tulisnya.
"Dia memberi saya keamanan, membawa saya untuk tetap merendah, dan kemudian membiarkan saya pergi lagi untuk mengikuti jalan saya sendiri, tanpa berusaha membuat saya terikat atau mengikuti kebutuhan atau keinginannya. Saya berbakti kepadanya."
"Dia mengerti bahwa aku mungkin bisa mencintai jembatan lain --dan laki-laki lain-- milik kita adalah cinta yang merangkul keanehan kehidupan, sebagaimana terwujud dalam arus sungai yang berputar-putar yang mengalir di bawah tubuhnya yang luar biasa."
"The Devil Bridge adalah segalanya yang aku inginkan pada seorang suami - kokoh, dapat dipercaya, sensual, baik dan tampan."


















sumber : liputan6.com

Related

Info Unik 5701201933617530068

Post a Comment

emo-but-icon

item