Diguncang Skandal Korupsi, Menteri Singapura Mundur


Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - 

Skandal korupsi kini mengguncang Singapura. Salah satu menteri bahkan mundur.

Pengumuman resmi disampaikan kantor Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong Kamis (18/1/2024). S.Irawan keluar dari jabatan Menteri Perhubungan setelah ia didakwa melakukan 27 pelanggaran dalam penyelidikan korupsi.

"Iswaran mengajukan pengunduran dirinya pada 16 Januari setelah mendapat pemberitahuan resmi mengenai tuduhan terhadapnya," kata kantor PM Singapura, dimuat AFP.

Bukan hanya di pemerintahan, ia juga mundur dari parlemen dan partainya, Partai Aksi Rakyat (PAP). Iswaran juga berjanji akan mengembalikan uang yang diterima sebagai bagian dari gaji dan tunjangannya sejak penangkapannya.

"Saya menolak tuduhan dalam dakwaan tersebut dan sekarang akan fokus membersihkan nama saya," tulis Iswaran dalam surat pengunduran dirinya, yang dipublikasikan di situs kantor PM.

Sebenarnya kasus telah bergulir sejak Juli 2023. Kala itu Iswaran sempat ditahan namun dibebaskan dengan jaminan.

Kasus korupsinya juga menjerat seorang taipan hotel ternama dan salah satu orang terkaya Singapura, Ong Beng Seng. Ia merupakan pelaksana Hotel Properties Limited, yang juga ditangkap pada hari yang sama dengan Iswaran pada tahun 2023 dan juga dibebaskan dengan jaminan.

Ong diketahui berjasa membantu menghadirkan Grand Prix Formula Satu (F1) ke Singapura pada tahun 2008. Ini menjadi tamparan keras bagi Singapura, di mana penyelidikan korupsi jarang terjadi di negara kota itu.


Bukan Skandal Pertama

Meski demikian sebenarnya di 2023 ada sejumlah skandal muncul dalam kabinet Lee Hsien Loong. Selain penangkapan Iswaran tahun lalu, ada dua anggota DPRD PAP yang mengundurkan diri karena selingkuh.

Sebelumnya, dua anggota kabinet kelas berat diselidiki karena diduga mendapatkan bantuan dalam penyewaan bungalo era kolonial yang luas. Namun kemudian dibebaskan dari segala kesalahan.

Ini kemudian membuat Lee Hsien Loong menghadapi kritik atas dugaan kurangnya transparansi dalam cara pemerintah menangani skandal tersebut. Termasuk pertanyaan mengenai apakah standar yang ditetapkan oleh para pemimpin pendiri partai telah terkikis.

"Kasus korupsi Iswaran adalah yang paling signifikan secara politis dalam sejarah Singapura," kata seorang profesor hukum di Universitas Manajemen Singapur Eugene Tan

"Tetapi saya pikir pengamat yang berpikiran adil akan melihat rekam jejak Singapura, akan melihat bagaimana kasus ini ditangani selama ini, dan tidak akan menganggap bahwa sikap keras anti korupsi ini hanya sekedar omongan belaka," ujarnya,

"Masih ada pertanyaan mengapa hal tersebut tidak ditemukan lebih awal, dan apakah tingkat transparansi dan pelaporan publik oleh pejabat senior di sistem Singapura sudah memadai", kata pengamat lain, ilmuwan politik di National University of Singapore, Ian Chong.

"Hal ini juga menimbulkan pertanyaan apakah gaji yang tinggi cukup untuk mencegah korupsi, di mana masyarakat selalu menginginkan lebih," tambahnya.

Gaji Menteri Singapura

Dalam situs resmi Public Service Division yang dikutip Rabu (12/7/2023), gaji bulanan menteri di Singapura dimulai dari 46.750 dolar Singapura atau setara Rp 535 juta. Angka ini Ini menghasilkan gaji tahunan senilai 935.000 dolar, di mana 607.750 dolar adalah tetap dan sisanya adalah variabel tambahan seperti bonus.

Pada 2012, ketika gaji Menteri terakhir kali disesuaikan, gaji bulanan pada tingkat tolok ukur adalah 55.000 dolar yang berarti gaji tahunan sebesar 1.100.000 dolar. Dari jumlah itu, gaji tetap adalah 715.000 dolar dan sisanya variabel.

Tolok ukur untuk menteri tingkat pemula didasarkan pada pendapatan rata-rata dari 1.000 warga negara Singapura berpenghasilan tertinggi dengan "diskon" 40% untuk mencerminkan "etos layanan politik".


Artikel asli 

Related

Dunia 5310863628746607169

Post a Comment

emo-but-icon

item