Ini profil pengguna internet Indonesia saat ini

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali -  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar survei jumlah dan profil pengguna internet tahun lalu.
Adapun, latar belakang kerja sama antara BPS dengan APJII ini, karena permintaan terhadap data statistik Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakin tinggi, baik dari kalangan kementerian/lembaga, sektor bisnis/swasta, badan internasional, maupun masyarakatumum.
Badan Internasionalseperti International Telecommunication Union (ITU), maupun United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) secara rutin memerlukan data statistik TIK dari BPS untuk keperluan penyusunan ICT Development Index maupun untuk penghitungan core ICT Indicators.
Di sisi lain, APJII yang mewadahi sekitar 300 ISP memiliki kebutuhan yang riil dalam upaya perluasan pasar dan penyediaan internet masyarakat. Diharapkan dengan survei yang kompeten, maka anggota APJII akan meningkatkan produktivitasnya, penetrasi pasarnya lebih terakselerasi, dan pertumbuhan internet kian meningkat pesat.
Atas kebutuhan dan semangat yang sama itu, BPS melalui Sub Direktorat Statistik Komunikasi dan Teknologi Informasi, berinisiatif untuk meningkatkan ketersediaan dan keragaman data statistik TIK.
Dari sisi pemanfaatan, ternyata e-mail (mengirim dan menerima) menduduki posisi teratas (95,75 persen), untuk mencari berita/informasi (78,49 persen), mencari barang/jasa (77,81 persen), informasi lembaga pemerintahan tender sebesar (65,07 persen), kelima untuk social media (61,23 persen).
Mengenai penggunaan/pemanfaatan internet di sector bisnis, berdasarkan hasil survei P2SKTI 2013, menunjukkan fenomena tren posistif, dimana lebihdari 75 persen usaha di sektor bisnis baik di perkotaan maupun di perdesaan menggunakan komputer.
Industri pengolahan tampaknya lebih beradaptasi dalam penggunaan komputer, ditunjukkan dari tingkat persentase yang lebih tinggi dari sector bisnis lainnya, yaitu sekitar 77,75 persen, disusul hotel (74,59 persen), dan restoran/rumahmakan (68,92 persen).
Hal ini merupakan hasil rata-rata nasional yang disimpulkan dari survey seluruh reponden terpilihdari 33 provinsidan 78 kota.
Yang mengejutkan adalah hasil survey untuk antarprovinsi, menunjukkan bahwa kalangan industri di Sulawesi Utara, sudah seluruhnya melek internet.
:Dari hasil survei P2SKTI diperoleh gambaran seluruh perusahaan sector bisnis di provinsi Sulawesi Utara menggunakan computer dan internet (100%), kedua Kalimantan Barat (94,12%).
DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan, perusahaan pengguna computer dan internet relative cukup tinggi (90,83%). Sedangkan provinsi dengan penggunaan computer dan internet yang terendah adalah Maluku Utara (40 persen), sebagai provinsi yang baru berdiri di Indonesia.
Sementaraitu, masalah kecepatan internet bagi bisnis, menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kepemilikan akses internet.
Berdasarkan kecepatannya, jaringan internet dikategorikan menjadi tiga, yaitu narrowband, fixed broadbanddan mobile broadband. Dari hasilsurvei P2SKTI 2103, untuk sector bisnis lebih memilih menggunakan tipe fixed broadband daripada narrowband (pita sempit dan terbatas).

Dikutip dari : merdeka.com

Related

Teknologi 7065021288970164243

Post a Comment

emo-but-icon

item