Konsumsi Listrik Bali Bakal Naik


www.nusabali.com-konsumsi-listrik-bali-bakal-naik

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - PT PLN (Persero) Distribusi Bali memperkirakan konsumsi listrik di wilayahnya akan mengalami pertumbuhan sebesar 11,7 persen pada 2017. Kepala PLN Distribusi Bali Sandika Aflianto saat jumpa pers di Denpasar, Rabu (22/2) mengatakan, pada 2016 konsumsi listrik di Bali mencapai 5,1 juta kWh dengan pertumbuhan tercatat 11 persen. "Kami optimistis konsumsi listrik akan terus tumbuh dengan baik," katanya.

Menurut dia pertumbuhan konsumsi terbesar berasal dari pelanggan bisnis khususnya hotel-hotel baru seperti di kawasan Ubud dan Nusa Penida. Sandika juga mengatakan saat ini, kondisi kelistrikan di Bali cukup aman karena terdapat surplus daya hingga 452 MW.

Total daya mampu PLN Bali mencapai 1.263 MW dengan beban puncak 811 MW, sehingga surplus 452 MW. "Dengan surplus daya sebesar itu, masih cukup memenuhi kebutuhan pertumbuhan listrik sebesar 10 persen per tahun dalam beberapa tahun ke depan," katanya. 

Sandika menambahkan pertumbuhan listrik sebesar 11 persen pada 2016 menunjukkan perekonomian makin membaik.  Pada 2015, pertumbuhan listrik hanya 5,5 persen. PLN, katanya gencar menambah pelanggan dikarenakan masih cukupnya cadangan daya. 

Manajer Perencanaan PLN Distribusi Bali I Gede Agung Sindu Putra mengatakan pasokan daya di Bali berasal dari PLTU Celukan Bawang 380 MW, kabel laut 340 MW, PLTG Pesanggaran 187 MW, PLTG Gilimanuk 130 MW, PLTD Pesanggaran 100 MW, PLTG Pemaron 80 MW, dan PLTD BOT 45 MW.

Ke depan, lanjutnya Bali akan mendapat pasokan listrik sebesar 2.000 MW dari proyek kabel Jawa-Bali (Bali crossing) yang melewati Selat Bali pada akhir 2019. "Proyek 'Bali crossing' itu akan dibarengi pembangunan kabel transmisi berkapasitas 500 kV dari Gilimanuk hingga Antasari, Tabanan," katanya.

Bali crossing yang akan mendukung pasokan kabel laut itu mencakup panjang 1,5 km dengan tinggi menara 357 meter. Untuk energi baru terbarukan, menurut Sindu terdapat rencana pembangunan PLTS dengan daya 100 MW yang tersebar di beberapa titik. Saat ini, pembangkit EBT yang sudah beroperasi sebesar 3,4 MW yakni PLTS Kubu Karangasem 1 MW, PLTS Bangli 1 MW, dan PLTM Buleleng 1,4 MW.
(nusabali)

Related

Ekonomi 2855997745025751172

Post a Comment

item