Mengawali Pekan, Bursa Asia Langsung Tertekan



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali -  Bursa Asia dibuka di zona merah pada perdagangan awal pekan ini. Kekalahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di legislatif terkait rencana perombakan sistem kesehatan AS menjadi salah satu penyebab pelemahan bursa saham di kawasan Asia ini.
Mengutip CNBC, Senin (27/3/2017), Indeks Nikkei Jepang turun 1,1 persen di awal perdagangan. Saham Toshiba anjlok 2,91 persen setelah media lokal menyatakan bahwa anak usaha perusahaan yang beroperasi di AS menyatakan bangkrut.
Indeks ASX 200 Australia juga turun di awal perdagangan. Pendorong pelemahan bursa saham di Australia ini adalah saham dari BHP Billiton yang turun 2,39 persen setelah ada aksi mogok di perusahaan tersebut.

Di Korea Selatan, Indeks Kospi turun 0,28 persen.
Pelemahan bursa Asia ini karena terdampak dengan perdagangan Wall Street. Di AS pada akhir perdagangan pekan lalu indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 59,86 poin atau 0,29 persen ke level 20.596,72. S&P 500 juga melemah 1,98 poin atau 0,08 persen ke angka 2.343,98.
Perdagangan saham di Wall Street terjatuh setelah Partai Republik menarik rencana untuk mengubah sistem kesehatan di AS yang telah berjalan selama ini.
Para investor melihat bahwa kegagalan dari perubahan RUU Kesehatan ini akan mempengaruhi agenda ekonomi yang lainnnya dari Presiden AS Donald Trump yang merupakan wakil dari Partai Republik.
"Kegagalan Partai Republik untuk ini mengecewakan pasar," jelas Kepala Analis CMC Market, Michael McCarthy.
"Kegagalan pencabutan Obamacare tidak signifikan ke ekonomi tetapi sangat berdampak ke parlemen karena Trump menjadi terlihat tidak bisa menguasai parlemen," jelas dia. 

(Liputan6)

Related

Berita Ekonomi 7079418837832745001

Post a Comment

item