Ini Admiral Grigorovich, lawan sebanding kapal perang AS di Suriah



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Serangan rudal Tomahawk ke pangkalan militer pasukan Bashar al-Assad mengubah komposisi pertempuran di negara yang tengah dilanda perang saudara, Suriah. Rusia dan Iran langsung bersuara keras terhadap perintah sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sedikitnya, Angkatan Laut AS meluncurkan 59 rudal Tomahawk ke tanah Suriah dan semuanya jatuh di pangkalan udara al-Shayrat, dekat kota Homs. Serangan itu berhasil menghancurkan landas pacu, hangar pesawat, radar, menara kontrol maupun fasilitas pendukung lainnya.

Rusia rupanya tak mau sekadar mengecam. Agar AS tak menyerang kembali, negeri Beruang ini juga menerjunkan kapal perang mereka yang paling modern.

Dilansir the Independent, Sabtu (8/4), kapal perang bernama Admiral Grigorovich ini juga dilengkapi rudal jelajah. Terbilang baru karena mulai dirakit sejak 2010 dan resmi menjadi bagian dari Angkatan Laut Rusia sejak 11 Maret 2016.

Kapal ini bermarkas dan menjalani patroli di Laut Hitam. Sejak Rusia mengumumkan untuk membantu rezim Assad, Admiral Grigorovich ikut ditugaskan ke Suriah untuk melancarkan serangan ke basis-basis pertahanan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Admiral Grigorovich memiliki berat kosong 3.620 ton dan panjang 124,8 meter. Kapal ini dilengkapi enam mesin berbahan bakar gas, yakni 2 shaft COGAG, 2 DS-71 cruise gas turbines dan 2 DT-59 boost gas turbines, dan mampu menghasilkan energi hingga 45.400 kW.

Dengan kekuatan mesin itu, kapal ini mampu mencapai kecepatan maksimal 30 knot atau 56 km per jam dan berlayar hingga jarak 4,850 nautical mile atau 8.980 km pada kecepatan 14 knot atau 26 km per jam.

Perlengkapan radar juga sangat lengkap, mulai dari radar anti udara Fregat M2EM, radar permukaan 3Ts-25E Garpun-B, MR-212/201-1 dan Nucleus-2 6000A, dan radar pengendali tembakan antara lain JSC 5P-10E Puma FCS, 3R14N-11356 FCS dan MR-90 Orekh SAM FCS.

Jika semua berjalan dengan baik, radar-radar yang terpasang diklaim mampu melacak seluruh serangan yang datang dari luar Suriah, termasuk rudal tercanggih milik AS sekalipun.

Sementara sistem persenjataannya terdiri dari meriam 100 mm A-190, senapan dan peluru anti-pesawat, sistem peluncur roket dan rudal. Bahkan, Rusia juga mengklaim bisa menembakkan rudal jelajah seperti Tomahawk dari kapal ini.

(Merdeka.com)

Related

Dunia 8865202903442583121

Post a Comment

item