Ekspor Bali Menggembirakan


www.nusabali.com-ekspor-bali-menggembirakan

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Nilai ekspor Bali meningkat 9,86 persen, karena devisa yang dihasilkan selama periode Januari-Maret 2017 mencapai 136,19 juta dolar AS, sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya mencatat 123,97 juta dolar AS.

"Perolehan devisa tersebut ditopang dari pengapalan hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang menembus sekitar 108 negara di belahan dunia," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho, Jumat (5/5).

Sedangkan ekspor komoditas Bali khusus bulan Maret 2017 tercatat 51,91 juta dolar AS, atau meningkat 14,99 persen dibanding bulan sebelumnya (Februari 2017) sebesar 45,15 juta dolar AS. Devisa perolehan bulan Maret 2017 itu dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya juga melonjak 9,42 persen, karena bulan Maret 2016 hanya mampu menghasilkan devisa 47,447 juta dolar AS.

Adi Nugroho menambahkan, lima komoditas utama yang menopang perolehan devisa tersebut terdiri atas produk ikan dan udang sebesar 18,91 persen dan produk perhiasan (permata) 15,65 persen. Selain itu juga mengapalkan produk pakaian jadi bukan rajutan 13,38 persen, produk kayu, barang dari kayu 9,11 persen serta produksi perabot dan penerangan rumah 7,45 persen.

Meningkatkan nilai ekspor Bali tersebut dipengaruhi bertambahnya nilai ekspor tujuan AS sebesar 5,02 juta dolar AS atau naik 45,99 persen. Hal itu dipengaruhi oleh adanya pengapalan produk ikan, udang, kopi, teh dan rempah-rempah yang cukup signifikan.

Ekspor ikan dan udang meningkat 2,85 juta dolar AS (21,60 persen) serta ekspor kopi, teh dan rempah-rempah 2,64 juta dolar AS (1.017 persen), "Setelah Amerika Serikat, negara lain yang juga menunjukkan adanya peningkatan yang relatif tinggi adalah Jepang sebesar 1,77 juta dolar AS, Australia 1,59 juta dolar dan Taiwan 624.068 dolar AS," ujar Adi Nugroho.

“Jika dilihat dari jenis komoditas, peningkatan secara month to month ini dominan dipengaruhi oleh naiknya nilai ekspor pada produk ikan dan perhiasan atau permata, kopi,teh,rempah-rempah dan perabot, penerangan rumah,” katanya.

Dari sepuluh produk utama ekspor, di antaranya produk ikan dan udang, pakaian jadi bukan rajutan, kayu, barang dari kayu, perabot, penerangan rumah, kopi, teh, rempah-rempah, barang-barang rajutan, benda-benda dari batu, gips, dan semen, sebagian besar memang diekspor ke AS. Namun beberapa komoditas rupanya diekspor lebih banyak ke negara lain. Seperti perhiasan atau permata paling banyak diekspor ke Australia tercatat mencapai 26,40%. “Sementara barang-barang dari kulit paling banyak diekspor ke Jepang mencapai 42,70%. Begitu juga jerami atau bahan anyaman paling banyak diekspor ke Jepang, mencapai 18,56%,” imbuhnya.

Pengiriman barang ekspor Bali pada bulan Maret ini kembali didominasi oleh pelabuhan luar Bali, yaitu melalui Jawa Timur mencapai 49,28 persen. Sementara melalui pelabuhan lokal di Bali tercatat sebesar 46,80 persen. Sisanya dikirim melalui pelabuhan di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah. 

(NusaBali)

Related

Berita Ekonomi 8680751324539841489

Post a Comment

item