Unik, Eropa Gandrungi Produksi Gerabah Bali


www.nusabali.com-unik-eropa-gandrungi-produksi-gerabah-bali

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Negara-negara Eropa,  Amerika  termasuk beberapa negara di Asia  merupakan pasar ekspor produk kerajinan gerabah Bali.

Negara-negara tersebut di antaranya Jerman, Inggris, Prancis, dan yang lainnya. Sedang di Asia adalah Cina dan Jepang. Sebagian besar  benda   gerabah tersebut  untuk kepentingan perlengkapan properti. Salah satunya untuk dekorasi.   Nilai plus produk gerabah Bali, adalah  kualitas, yakni kekuatan dan desain serta motif hias yang unik.

Para  perajin dan pengelola kerajinan gerabah di Denpasar dan sekitarnya, menuturkan memang itulah salah satu cara untuk menjamin pasar. “Kita harus berani tunjukkan kualitas di depan mereka, para konsumen,”  ucap Roby, seorang  pengelola  kerajinan gerabah di kawasan Bypass I Gusti Ngurah Rai  Tohpati  Denpasar,  Kamis (15/6). 

Untuk membuktikan itu, kata Roby, tak jarang pihaknya menunjukkan kekuatan gerabah produksi  lokal yakni oleh perajin. Mulai dari menaiki dengan memberi beban, untuk mengukur daya tahan dan kekuatan gerabah. “Kualitas tersebut penting, karena di Eropa suhu kan kadang ekstrem, yang berpengaruh terhadap barang,”  kata Roby. Sejauh ini, kualitas dan keunikan desein tetap dipertahankan, sehingga permintaan masih ada. “Walau tidak ramai, tetap  masih ada pesanan,”  kata Roby.

Sebelumnya hal senada disampaikan I Gede Megantara, karyawan salah satu sentra kerajinan gerabah lainnya di kawasan  Tohpati, Denpasar.  “Gerabah ini dibuat di sini,” ujar Megantara.  Kata dia mulai dari proses  pengolahan bahan (tanah liat), pembuatan, hingga pembakaran  sampai  finishing dilakukan di bengkel atau sentra.  Hanya  bahan baku berupa tanah liat khas untuk gerabah, kebanyakan didatangkan dari luar daerah.  Di antaranya dari Sragen (Jawa Tengah), juga dari Jakarta. 

Selain menyasar pasar ekspor, perajin  gerabah juga tetap mengandalkan pasar lokal. Sama dengan ekspor, untuk pasar lokal menyasar pada  perlengkapan property,  industri pariwisata, juga kolektor. 

“Pasar lokal ini yang cukup membantu di saat pasaran eksepor melemah,” ujar  Megantara. Produk dominan yang digandrungi  adalah bentuk gentong dengan motif dan hiasan yang antik.  Diantaranya motif bunga, satwa dan motif campuran lainnya. Termasuk motif garis-garis. 

Tidak hanya gentong besar dengan beragam ukuran diantaranya tinggi 1,20 meter  tinggi dan garis tengah 1 meter,  para perajin juga membuat gerabah dengan ukuran yang lebih mini.  Gerabah mini berupa sangku untuk wadah tirta (air suci) yang banyak dibutuhkan di Bali. Harga gerabah juga  bergantung pada besar ukuran, motif dan tentu saja proses  tawar-menawar.  Namun yang jelas untuk gentong  gerabah besar  yang tinggi maupun garis tengahnya lebih dari 1 meter  harga lebih dari Rp 2 juta. 

(NusaBali)

Related

Berita Ekonomi 6769698325885325190

Post a Comment

item