Bali Bidik Turis ASEAN


www.nusabali.com-bali-bidik-turis-asean

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Bukan hanya wisatawan Malaysia dan Singapura saja yang diharapkan berwisata ke Bali. Kini, lewat Asita, Bali juga merayu Myanmar,  Laos dan Kamboja agar warganya memilih liburan ke Pualau Dewata. Hal tersebut menyusul disertakannya Asita Bali dalam waktu dekat mengikuti agenda table top oleh Kementerian Pariwisata di tiga negara tersebut. 

Table Top sendiri merupakan pertemuan antara pihak Kementerian Pawisata Republik Indonesia bersama stakeholder dan asosiasi terkait dengan para tour operator out bond di Myanmar, Laos dan Kamboja. “Salah satu misinya memang mempromosikan pariwisata Indonesia (Bali),” ujar Ketua Asita Bali I Ketut Ardana, Senin (17/7). 

Sejauh ini jumlah wisatawan dari Asia Tenggara, khususnya tiga Negara tersebut masih belum seberapa. Tidak termasuk dalam lima besar penyumbang turis terbanyak ke Indonesia, khususnya Bali. “Karena itu perlu dijajaki lebih intens lagi,” ujar Ardana.  

Dari pantauan Asita, memang sudah ada pelancong dari ketiga Negara tersebut yang berwisata ke Bali. Yang terbanyak dari Myanmar. Namun jumlah tidak sampai masuk dalam 10 besar Negara penyumbang pelancong ke Bali. “Padahal dari  kekayaan objek kita (Bali) jauh unggul,” kata Ardana. 

Demikian juga dari pelayanan wisata, Ardana mengklaim pelayanan komponen pariwisata lebih dari apa yang dirasakan di Myanmar, Laos dan Kamboja.

Justru yang ‘kalah’ bagi Bali,adalah kebersihan objek atau daya tarik wisata. Di Myanmar khususnya daya tarik atau objek sangat terjaga dan terawat kebersihannya. “Itu yang kurang dari kita (di Bali). Kadang-kadang serakan sampah masih banyak di kawasan objek wisata,” ujar Ardana. 

Soal penataan dan penanganan kebersihan itulah menurut Ardana yang perlu ditiru dari pengelolaan objek wisata di Myanmar Laos dan Kamboja. 

(NusaBali)

Related

Berita Ekonomi 4291749397574613272

Post a Comment

item