Kemenkop gelar pelatihan bagi wirausaha Banyumas



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas menggelar program pelatihan kewirausahaan melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) bagi kalangan Wirausaha Pemula.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM Prakoso BS mengatakan, digelarnya program pelatihan kewirausahaan ini bertujuan untuk mendukung masyarakat dan pelaku UKM untuk mengembangkan usahanya.

"Tujuannya, untuk mendukung masyarakat dan pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya", katanya seperti keterangan resmi yang diterima merdeka.com

Ia menyampaikan, acara pelatihan yang diadakan pada 3-5 Agustus 2017 di Java Heritage Purwokerto itu, diikuti masyarakat dan pelaku usaha yang berasal dari unsur GP Ansor, Fatayat NU, dan Pusat Kegiatan Pembelajaran Masyarakat Harmoni, sebanyak 120 orang.

"Saya mengharapkan kegiatan pelatihan kewirausahaan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan, khususnya bagi usaha yang selama ini sudah mereka jalankan sebagai pengrajin tempe dan tahu, gula kelapa, tanaman hias, dan sebagainya," tandas Prakoso.

Kabupaten Banyumas, menurut Prakoso, merupakan salah satu daerah sentra pengrajin tempe dan tahu, di mana terdapat sekitar 645 pengrajin yang rata-rata menyerap delapan orang tenaga kerja.

"Salah satu kendala yang dihadapi para pengrajin adalah kebutuhan kedelai yang diimpor dari Amerika Serikat sebanyak 11 ton per tahun. Selain itu, masyarakat juga banyak terlibat dalam pembuatan gula kelapa atau gula semut yang bahan bakunya banyak tersedia di wilayah Kabupaten Banyumas," papar Prakoso.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas Wisnu Hermawanto, mengharapkan koperasi dapat memainkan perannya sebagai wadah ekonomi masyarakat, terutama bagi pengrajin, dalam memenuhi kebutuhan dan permasalahan yang terjadi di masyarakat dalam mengembangkan usahanya.

"Dengan memperkuat koperasi, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan baku dan memasarkan hasil usaha anggota dan masyarakat pengrajin di sekitarnya," pungkas dia. 

(Merdeka.com)

Related

Berita Ekonomi 4497904445142865458

Post a Comment

item