Qatar Perkuat Hubungan dengan Iran, Musuh Utama Arab Saudi


Kota Doha, Qatar.

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Qatar akan mengembalikan hubungan diplomatik penuh dengan kekuatan regional Iran, demikian Kementerian Luar Negeri Qatar dalam pengumumannya, Kamis (24/8/2017).
Pengumuman itu jelas merupakan sebuah langkah yang signifikan bagi Qatar, namun hampir pasti memperumit krisis diplomatik dengan negara-negara Arab yang mendesak Doha meninggalkan Iran.
Pernyataan kementerian tersebut mengatakan, Qatar ingin meningkatkan hubungan kedua negara,  di mana Iran merupakan ladang gas alam terbesar di dunia.
"Negara Qatar mengumumkan hari ini (Kamis, 24/8/2017) bahwa duta besarnya untuk Teheran akan kembali menjalankan tugas diplomatiknya," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.

Qatar juga berusaha untuk "memperkuat hubungan bilateral dengan Republik Islam Iran di segala bidang", tambahnya - Iran merupakan musuh utama Arab Saudi di kawasan itu.
Langkah Qatar itu jelas akan memantik kemarahan baru Arab Saudi dan negara-negara sekutunya. Namun, Riyadh belum memberikan komentar terkait perkembangan baru tersebut.
Di Teheran, kementerian luar negeri mengatakan, keputusan Qatar tersebut menyusul sebuah percakapan telepon pada Rabu (23/8/2017) malam antara Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dan rekan dari Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.
"Selama percakapan ... pihak Qatar menyampaikan keinginan mereka untuk mengirim duta besar mereka kembali ke Teheran dan kami menyambut baik keputusan ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghassemi.
"Perkembangan hubungan dengan tetangga kita adalah prioritas mutlak" bagi Iran, katanya.
Doha menarik duta besarnya dari Teheran pada Januari 2016 menyusul serangan terhadap kedutaan Arab Saudi, didorong oleh keputusan Riyadh untuk mengeksekusi seorang ulama Syiah di kerajaan tersebut.

Keputusan untuk memulihkan hubungan datang saat Qatar terkunci dalam kebuntuan diplomatik dengan saingan regional Iran, yakni Arab Saudi, yang telah menuduh Doha memiliki hubungan dengan Syiah Iran dan mendukung kelompok ekstrimis Sunni.
Qatar membantah tudingan tersebut, dan balik menuding Arab Saudi telah berusaha mencampuri urusan dalam negerinya.
Pada 5 Juni 2017, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab memutuskan semua hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar.
Pemutusan hubungan tersebut menjadi krisis politik terburuk di kawasan Teluk dalam beberapa dasawarsa terakhir.
Ironisnya, krisis tersebut mungkin telah mendorong Iran dan Qatar memperkuat hubungannya dan kembali bergandengan tangan.

Langkah Qatar dapat dinilai bersifaf provokatif oleh negara-negara yang telah memutuskan hubungan dengan Doha, namun Arab Saudi dan sekutunya belum merespons.
Pemimpin politik dan bisnis di Qatar ingin terus menjaga hubungan dengan Iran yang memiliki ladang gas – yang oleh Doha disebut “North Field” dan di Teheran dikenal sebagai “South Pars”.

(Kompas.com)

Related

Dunia 6240674686032518787

Post a Comment

item