Desember 2018, Transaksi di Tol Tak Perlu Hentikan Kendaraan


Penerapan Transasksi e-toll di Seluruh Gerbang Tol Dibagi Dua Periode

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Pemerintah menargetkan sistem transaksi tol multi lane free flow (MLFF) pada Desember 2018. Artinya, transaksi tol dilakukan tanpa menghentikan kendaraan.

Kepala Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Herry TZ mengatakan, ada beberapa tahapan untuk mencapai MLFF. Antara lain, penerapan kewajiban transaksi nontunai atau uang elektronik pada Oktober 2017.

Kemudian, pembentukan perusahaan elektronic toll collection (ETC). Perusahaan ini nantinya menyederhanakan sistem pembayaran tol.



"Kalau dengan roadmap yang disepakti dengan Bank Indonesia (BI), Oktober cashless. Terus kita integrasikan, jadi semua integrasi diharapkan selesai tahun ini. Ketiga itu perusahaan ETC. Terus keempat MLFF yang diharapkan 2018 akhir," kata dia kepada Liputan6.com, di Jakarta, Minggu (17/9/2017).

Herry menuturkan, jika sesuai dengan peta jalan maka MLFF diterapkan pada Desember 2018. Untuk mencapai itu, maka teknologi sistem transaksi pun perlu disiapkan.
"Kalau waktunya dalam roadmap Desember tadi. Dari sini ke sana kita siapkan teknologi dan lain-lain," ungkap dia.

Sementara, PT Jasa Marga Tbk dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk tengah melakukan uji coba beberapa teknologi sistem pembayaran jalan. Antara lain, JM Access berbasis on board unit (OBU) DSRC dan JM Acces RFID.

Dengan sistem pembayaran tersebut pengguna tol tak perlu membuka jendela untuk transaksi. Pengguna tol cukup melaju dan secara otomatis palang (barrier) akan terbuka.
Herry menuturkan, nantinya akan dipilih sistem ketika transaksi terjadi saat kendaraan melintas secara biasa. Itu diharapkan terjadi di akhir 2018.

"Diharapkan demikian, tapi ini kan kita siapkan kajian detilnya, alatnya, teknologinya. Makanya dalam beberapa waktu ini kita uji coba, nah itu berhasil, kita berhasil kita besarkan penetrasinya, diharapkan sudah dilaksanakan. Tapi ini proses berjalan," ujar dia.

Sementara, PT Jasa Marga Tbk dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk tengah melakukan uji coba beberapa teknologi sistem pembayaran jalan. Antara lain, JM Access berbasis on board unit (OBU) DSRC dan JM Acces RFID.

Dengan sistem pembayaran tersebut pengguna tol tak perlu membuka jendela untuk transaksi. Pengguna tol cukup melaju dan secara otomatis palang (barrier) akan terbuka.
Herry menuturkan, nantinya akan dipilih sistem ketika transaksi terjadi saat kendaraan melintas secara biasa. Itu diharapkan terjadi di akhir 2018.

"Diharapkan demikian, tapi ini kan kita siapkan kajian detilnya, alatnya, teknologinya. Makanya dalam beberapa waktu ini kita uji coba, nah itu berhasil, kita berhasil kita besarkan penetrasinya, diharapkan sudah dilaksanakan. Tapi ini proses berjalan," ujar dia.

(Liputan6)

Related

Indonesia 2061403223903749642

Post a Comment

item