Panglima TNI Minta Presiden Jokowi Tak Perlu Ragukan Kesetiaan Institusinya


Panglima TNI Minta Presiden Jokowi Tak Perlu Ragukan Kesetiaan Institusinya

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sempat menyinggung soal politik negara yang dilakukan oleh TNI, saat menyampaikan pada upacara peringatan HUT ke-72 TNI, di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017).
Acara ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
"Pada saat yang sama, saya tegaskan pula bahwa politik TNIadalah politik negara," ujar Gatot.
Menurut Gatot, politik negara merupakan politik yang diabdikan bagi tegaknya NKRI, ketaatan prajurit terhadap hukum, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun.
Selain itu, kata Gatot, TNI akan selalu taat kepada atasan, yakni Presiden RI yang dipilih secara sah sesuai konstitusi.
Dia juga meminta agar Presiden Jokowi tidak meragukan kesetiaan TNI terhadap pemerintah.
"Sekali lagi jangan ragukan kesetiaan TNI," kata Gatot.
Sebelumnya, saat menjadi memberikan amnah sebagai inspektur upacara HUT TNI, Presiden Joko Widodo meminta TNU untuk tidak terlibat dalam politik praktis.
Jokowi menegaskan bahwa politik TNI adalah politik negara.
Dalam amanatnya itu, ia menyampaikan pesan pahlawan nasional Jenderal Sudirman tentang politik TNI.
"Saya ingat pesan Jenderal Sudirman tentang jati diri TNI yang saya yakin sangat relevan sampai sekarang. Bahwa politik tentara, politik negara, politik TNI adalah politik negara. Loyalitas TNI adalah loyalitas negara," ujar Jokowi.
Jokowi berpesan kepada seluruh prajurit TNI untuk patuh dan tunduk hanya untuk kepentingan negara, serta tak masuk ke kancah politik praktis.
"TNI adalah milik nasional yang berada di atas semua golongan, yang tak terkotak-kotak dengan kepentingan politik yang sempit dan tak masuk ke kancah politik praktis. Yang selalu menjamin netralitas politik di NKRI ini," ujar Jokowi.
(TribunNews)

Related

Indonesia 374945526131161831

Post a Comment

item