Parlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol


Massa pendukung pro-kemerdekaan Catalonia menggelar demo di Barcelona, Spanyol, pada 21 Oktober 2017. Mereka menyerukan pembebasan dua orang pimpinan Catalonia yang ditahan pihak Madrid.

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Pada Jumat (27/10/2017), sepenggal sejarah bakal tergurat di antara Spanyol dan Catalonia. Pasalnya, parlemen kedua belah pihak sama-sama melangsungkan voting.
Di Catalonia, dari 82 orang anggota parlemen, 70 di antaranya memilih mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol. Sedangkan 10 orang menolak kemerdekaan dan sisanya abstain.

Hasil pemungutan suara ini, seperti diwartakan Euronews, disambut gembira ribuan orang yang memadati gedung parlemen di Barcelona.
Mereka pun menyanyikan lagu kebangsaan Catalonia, dengan Estelada(bendera kebangsaan Catalonia) tak henti-hentinya berkibar.

Voting ini merupakan reaksi parlemen setelah Presiden Carles Puigdemont mengumumkan tidak akan menggelar pemilihan dini 20 Desember mendatang.
Pemilihan itu merupakan bentuk "tawaran" kepada Madrid agar tidak jadi memberlakukan Artikel 155 Konstitusi 1978.
Sementara di Madrid, di saat yang bersamaan tengah berlangsung pemungutan suara untuk menentukan penggunaan Artikel 155 Konstitusi 1978.
Artikel itu akan memberikan kekuasaan penuh kepada Perdana Menteri Mariano Rajoy untuk menghapus status otonomi Catalonia.
Tidak hanya masuk ke pemerintahan, nantinya Madrid juga akan mengintervensi media massa Catalonia baik itu surat kabar, televisi, maupun radio.

Dalam pidatonya di depan senat Kamis malam (26/10/2017), Rajoy mengatakan Spanyol tidak punya pilihan lain selain meminta parlemen menyetujui penggunaan artikel 155.
Sebab, dalam pandangan Rajoy, Catalonia sudah tidak mematuhi hukum yang berlaku.
"Ketika hukum tidak dipatuhi, demokrasi menderita, dan hukum terkena imbasnya," tegasnya.

(Kompas.com)

Related

Dunia 6605291072403382807

Post a Comment

item