Pengungsi Malukat Gangga Pratista

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Sulinggih asal Griya Buruan, Kerobokan, Badung, Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba menggelar Panglukatan Gangga Pratista untuk para pengungsi asal Karangasem. Ritual ini digelar di Posko Induk GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung, Soma Wage, Wuku Julungwangi, Senin (16/10) malam.

Para pengungsi pada posko-poko balai banjar di Klungkung pun ikut. Prosesi panglukatan dimulai pukul 18.00 Wita. Diawali para sisya (murid) Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba, mengawali mengajak para pengungsi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, dan kidung suci. Lanjut, prosesi panglukatan. 

Lantunan doa-doa suci dipimpin Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba, ratusan pengungsi mengikuti upacara panglukatan secara khusyuk. Di sela-sela prosesi, Ida Pedanda mengatakan panglukatan ini untuk menyucikan pikiran karena pengungsi cukup lama di pengungsian. ‘’Karena mengungsi, mereka tentu tertekan dengan banyak beban pikiran,’’ jelasnya. 

Diharapkan, panglukatan ini bisa memberikan spirit secara rohani. Para pengungsi juga diajak bersembahyang dan menenangkan pikiran. “Doa ini juga sebagai harapan Gunung Agung kian tenang dan kembali kepada posisi normal, sehingga warga yang berada di pengungsian bisa beraktivitas sebagaimana biasa,” harapnya.

Sementara itu, pasien pengungsi asal Karangasem yang menjalani perawatan intensif di RSUD Klungkung semakin bertambah. Sejak 21 September - 16 Oktober 2017, 675 pasien masuk UGD, bahkan 20 pasien meninggal. Persoalannya, para pasein itu minim membawa kartu pelayanan kesehatan baik berupa KIS maupun BPJS mandiri. Sehingga untuk sementara beban pengobatan ditalangi pihak RSUD.

Direktur RSUD Klungkung dr I Nyoman Kesuma mengatakan, sumber pembiayaan pasien ini sampai saat ini belum pasti. Pihaknya hanya melayani maksimal para pasien dan merekap pasien yang dirawat berdasarkan tarif pasien JKN. “Rekap ini akan disetor ke Dinas Kesehatan Bali untuk nantinya disetor ke Pusat,” ujarnya, Selasa (17/10).

Kata dia, BNPB Pusat yang sempat turun ke RSUD Klungkung belum memberikan kepastian apakah perawatan pengungsi ini akan dibiayai Pusat atau bagaimana. Total biaya pengobatan bagi pasien pengungsi sudah mencapai Rp 800 juta. Pasiennya, 675 masuk UGD, 479 rawat jalan, 234 rawat inap dan 20 pasien meninggal dunia. Biaya listrik juga meningkat lagi Rp 11 juta.

Jelas Kesuma, biaya tersebut ditalangi pihak rumah sakit dan pihaknya berharap dalam waktu dekat ini ada kejelasan. Namun sesuai instruksi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, agar tetap melayani maksimal dan ikhlas. Kesuma juga mengaku berkoordinasi dengan RSUD Karangasem.

Terkait itu, pihak RSUD Klungkung menggelar simulasi siaga tanggap bencana, Selasa (17/10) siang sekitiar pukul 12.30 Wita. Langkah ini untuk penyelamatan pasien maupun petugas jika terjadi bencana. 

sumber : nusabali.com

Related

Warta Semarapura 4687790537184910673

Post a Comment

item