Perjuangan Fans Berburu Tiket Bali United VS Tampines Rovers, Menangis Hingga Sempat Gaduh


Perjuangan Fans Berburu Tiket Bali United VS Tampines Rovers, Menangis Hingga Sempat Gaduh

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Sejak matahari terbit, satu per satu suporter Bali United menyerbu Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (14/1/2018).
Mereka datang sejak pagi hari agar bisa membeli tiket pertandingan Bali United kontra Tampines Rovers di playoff Liga Champions Asia (LCA).
Padahal loket tiket baru dibuka mulai pukul 10.00 Wita, kemudian molor hingga pukul 10.45 Wita.
Bali United akan menjamu Tampines Rovers di Stadion Dipta, Selasa (16/1/2018) malam.
H-2 dan H-1 pertandingan (14/1/2018 dan 15/1/2018) panitia membuka penjualan tiket langsung di Stadion Dipta.
Semeton pun langsung menyerbu dengan harapan mendapatkan tiket untuk laga bergengsi ini.
Namun tak semua harapan tersebut terkabulkan.
Ada yang beruntung akhirnya bisa mendapatkan tiket berkat usaha kerasnya.
Namun tak sedikit pula yang kecewa karena belum dapat tiket.
Padahal sudah antre berjam-jam, namun petugas loket menyatakan tiket sudah habis.
Padahal sudah antre berjam-jam, namun petugas loket menyatakan tiket sudah habis.
Sulitnya mendapat tiket ini tak lepas dari antusiasme semeton Bali yang sangat tinggi untuk menyaksikan pertandingan level Asia ini.
Sebaliknya, tiket yang dicetak panitia malah dibatasi oleh Federasi Sepak Bola Asia (AFC).
Dari perkiraan Manajer Stadion Dipta, Budi Lesmana, setidaknya ada 35 ribu fans Bali United yang berburu tiket LCA.
Perburuan sudah dilakukan sejak seminggu lalu.
Sementara tiket yang disediakan panitia cuma 19 ribu.
Ini mengacu regulasi dari AFC yang mengurangi 25 persen kapasitas Stadion Dipta akibat belum adanya single seat.
"35 ribu fans berburu 19 ribu tiket, asumsi campuran fans tim Bali United dan tim tamu," kata Budi Lesmana, kemarin.
Dari 19 ribu tiket yang dicetak, masing-masing untuk kategori reguler sebanyak 17.749 tiket.
Sedangkan VIP dicetak 1.651, dan VVIP sebanyak 100 tiket.
Pantaun Tribun Bali di loket 8 reguler tribun timur Stadion Dipta, kemarin, kegaduhan pun sempat terjadi.
Fans yang kecewa tak mendapat tiket menurunkan spanduk di loket 8 tribun timur, Minggu (15/1/2018)
Fans yang kecewa tak mendapat tiket menurunkan spanduk di loket 8 tribun timur, Minggu (15/1/2018) (Tribun Bali/Marianus Seran)
Sejumlah fans marah saat panpel di loket umumkan tiket habis.
Sebagai luapan emosi mereka mencopot spanduk di depan loket setelah diumumkan tiket habis pada pukul 12.30 Wita.
Mereka kecewa karena sudah berjam-jam antre tapi dengan cepat tiket dinyatakan habis.
Padahal loket baru buka sekitar 1 jam 45 menit.
"Saya datang dari jam 10, antrian sudah panjang sekali. Saya sudah berjam-jam antre tapi tidak dapat tiket. Katanya sudah habis, cepat sekali habisnya," tutur seorang fans, Made Dwi, dengan nada kecewa.
Sejumlah suporter yang tak kebagian tiket tampak duduk di pembatas antrean menuju loket dengan wajah tertunduk.
Mereka sudah lelah antre sejak pagi.
Apalagi mereka datang dari luar Kota Gianyar.
Bahkan ada fans sampai menangis.
Rasa lelah, kecewa, emosi, dan sedih bercampur menjadi satu.
"Ada fans sampai menangis. Kasihan lihat dia," tutur Dwi, sembari menggambarkan bagaimana sulitnya perjuangan fans mendapat tiket untuk mendukung tim kesayangannya.
Selain itu, fans juga mencela adanya calo tiket yang berkeliaran di mana mana dengan tawaran harga selangit.
Sejumlah fans mendengungkan tagline jangan beli tiket di calo.
Sementara di loket sayap utara, antrean juga tak terbendung.
Mereka berdesakan guna mendapat tiket.
Namun tetap tertib.
Karena manajemen mewajibkan setiap fans mendapat satu tiket.
Memasuki pukul 14.00 Wita, antrean pun berkurang di sayap utara karena tiket dinyatakan habis.
Mereka memilih "balik kanan" dengan rasa kecewa mendalam setelah gagal mendapat tiket.
Kekecewaan fans yang dapat tiket makin menjadi-jadi saat di setiap grup fanpage fans di media sosial banyak fans yang sudah mendapat tiket, justru kemudian menjual tiketnya.
Tentunya dijual dengan harga hampir dua kali lipat.
Namun demikian, beberapa fans tak lagi peduli dengan harga tinggi.
Bahkan, justru pencari tiket yang menawarkan diri dengan harga lebih tinggi bagi fans yang ingin menjual tiketnya.
Budi Lesmana menyebut pihak manajemen sudah berupaya mendistribusikan tiket dengan baik, untuk mengurangi tumpukan antrean di loket Dipta.      
Setidaknya, kata dia, pola manajemen menjual tiket secara online, dan menyalurkan tiket dalam jumlah besar kepada korwil fans Bali United, mampu mengurangi antrean.
"Kami berterima kasih juga kepada fans karena sistem kolektif mengurangi penumpukan antrean di loket. Penjualan online juga cukup membantu," ujarnya.
Untuk agenda pada H-1 hari ini, akan dilakukan penukaran tiket voucher VIP online dan reguler online di Stadion Dipta.
"Sisa VIP belum terjual 132 tiket. Dijual mulai pukul 12.00 Wita di loket VIP sayap utara, termasuk penukaran VIP online juga. Sementara voucher reguler online dilakukan pukul 12.00 Wita di loket delapan tribun timur," kata Budi.
(TribunNews.com)

Related

Olahraga 1125263603179185085

Post a Comment

item