Polres Gelar Simulasi Kericuhan Saat Pilkada Klungkung

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Hal ini untuk melatih kesiapan personel kepolisian apabila terjadi kericuhan ketika penghitungan suara.Dalam simulasi tersebut Polres Klungkung di-back up oleh personel Brimob Polda Bali dan Dalmas Polda Bali terkait sistem pengamanan (sispam), dan melibatkan pihak terkait lainnya. Dengan jumlah peserta simulasi 655 peserta, di antaranya personel 441 personel Polres Klungkung, 115 dari Brimob Polda Bali, 64 personel Sabhara Polda Bali, 10 personel Intel Polda, 10 personel TNI, 10 petugas Dishub dan 5 petugas kesehatan, termasuk melibatkan masyarakat.

Dalam simulasi tersebut diawali dengan pencoblosan, kemudian penghitungan kotak suara, namun salah satu pihak pendukung pasangan calon (paslon) tidak terima akan keputusan itu dan menduga ada kecurangan. Kondisi ini memicu kerusuhan, bahkan massa mencoba merusak lokasi tempat penghitungan suara. Petugas langsung mengamankan panitia pemungutan suara (PPS) ke tempat aman.

Selanjutnya petugas mencoba meredam massa yang kian emosi dan semakin bertambah banyak. Akhirnya personel Polres Klungkung siaga untuk menghalau massa, namun kondisi kian tak terkendali. Akhirnya turun personel Brimob dan Dalmas Polda Bali, selanjutnya massa dihantam mundur dengan water canon dan mengamankan provokatornya.

Simulasi ini disaksikan Kapolres Klungkung AKBP Bambang Tertianto, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Ketua KPU Klungkung I Made Kariada, dan undangan terkait lainnya. Kapolres Klungkung, AKBP Bambang Tertianto mengatakan tujuan kegiatan ini untuk menyiapkan kesiapan Polri dalam pengamanan Pilkada dan Pilgub 2018 mendatang. “Kita gelar simulasi ini untuk kesiapan apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan seperti kerusuhan,” ujarnya. 


sumber : nusabali.com

Related

Warta Semarapura 1296488207356994045

Post a Comment

item