Dolar AS terus melemah di tengah sejumlah data ekonomi

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali    Kurs dolar AS terus melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor mencerna sejumlah data ekonomi terbaru.

Dalam pekan yang berakhir 27 Januari, angka pendahuluan untuk klaim awal disesuaikan secara musiman mencapai 230.000, turun 1.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, kata Departemen Tenaga Kerja pada Kamis (1/2).

Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 234.500, turun 5.000 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya.

Kegiatan ekonomi di sektor manufaktur meningkat pada Januari, menurut laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Institute for Supply Management (ISM) pada Kamis (1/2).

Indeks manufaktur, yang juga dikenal sebagai indeks pembelian manajer (PMI), tercatat 59,1 di Januari, menurun dari angka Desember sebesar 59,3, kata ISM.

Sementara itu, para investor terus menyaring keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah. Bank sentral AS pada Rabu (31/1) memutuskan untuk mempertahankan target tingkat suku bunga federal fund pada 1,25 hingga 1,50 persen setelah akhir pertemuan dua hari, sementara memberikan penilaian positif terhadap pertumbuhan ekonomi AS baru-baru ini.

"Kenaikan dalam lapangan pekerjaan, pengeluaran rumah tangga, dan bisnis investasi tetap telah menguat, serta tingkat pengangguran tetap rendah," Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan the Fed, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

The Fed juga memperkirakan inflasi AS pada basis 12 bulan "bergerak naik tahun ini dan menjadi stabil" di sekitar target bank sentral 2,0 persen dalam jangka menengah. 

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,52 persen menjadi 88,667 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,2516 dolar AS dari 1,2416 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik ke 1,4270 dolar AS dari 1,4184 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,8040 dolar AS dari 0,8052 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,37 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,10 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9269 franc Swiss dari 0,9309 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2267 dolar Kanada dari 1,2305 dolar Kanada, demikian Xinhua.






sumber : antaranews.com

Related

Berita Ekonomi 1638965543861503381

Post a Comment

item