Bulog Banjiri Pasar dengan 400 Ribu Ton Beras Impor dan Murah

Bulog Banjiri Pasar dengan 400 Ribu Ton Beras Impor dan Murah

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali    Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) akhirnya menyalurkan beras impor yang selama ini tersimpan di gudang dalam rangka operasi beras murah. Operasi pasar beras murah ini sudah berlangsung sejak Senin (19/3).

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti menuturkan jumlah volume beras yang akan digelontorkan kala operasi pasar berjumlah 400 ribu ton. Hanya saja, ia tak menyebut porsi beras impor di dalam penyaluran tersebut.
"Kami campur semua (beras dalam negeri dan beras impor) di dalam operasi pasar yang akan berlangsung dari Senin ini hingga menjelang bulan Ramadan mendatang," ujar Djarot ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Senin malam (19/3).


Ia melanjutkan, beras tersebut akan dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebab, operasi pasar ini ditujukan untuk menanggulangi harga beras medium yang tak kunjung turun sejak awal tahun lalu.

Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017, HET beras medium ada di angka Rp9.450 hingga Rp10.250 per kilogram (kg). Sayangnya menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga beras nasional per 19 Maret 2018 berada di angka Rp11.800 per kg.

"Meski campur impor, harganya tetap harus sesuai HET. Mungkin ada beras dengan kualitas medium minus sedikit itu akan kami jual Rp8.600 per kg," jelasnya.
Di samping itu, Bulog juga masih melakukan operasi pasar dengan beras golongan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Hanya saja, CBP pemerintah tercatat sudah minus dalam bulan ini.

Data Bulog per 12 Maret 2018 menunjukkan CBP dalam keadaan defisit 27.888 ton, sehingga pemerintah harus meminjam beras Bulog terlebih dulu. Ini didapat dari stok CBP awal tahun sebesar 232.804 ton yang digunakan untuk bantuan darurat 1.180 ton dan operasi pasar sebesar 259.513 ton.

Meski demikian, ia menjamin stok beras Bulog masih aman untuk mendukung dua operasi pasar tersebut. Saat ini, lanjut dia, Bulog masih memiliki persediaan sebanyak 590 ribu ton.

"Stok Bulog kan fungsinya untuk mengganjal kekurangan produksi terhadap konsumsi. Tadi dihitung-hitung masih akan mencukupi dengan adanya serapan yang ada," pungkas dia.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya telah meminta Bulog untuk melepas beras impor yang masih ditahan di gudang. Ini demi menyikapi harga beras yang tak mau merosot hingga saat ini.

"Apa masalahnya beras impor itu? Memang mau disimpan-simpan? Tidak, itu tidak boleh begitu," ujar Darmin.

Tadinya, Bulog berencana untuk menjadikan beras impor yang rencananya sebesar 500 ribu ton untuk persediaan. Namun sesuai rapat koordinasi terbatas tanggal 15 januari 2018 silam, total impor beras yang diperbolehkan tercatat 281 ribu ton terlebih dulu. 














sumber: CNNIndonesia.com

Related

Berita Ekonomi 5540522833690623600

Post a Comment

item