Meditasi Hati, 'Memadukan' Yoga dan Tarian Sufi

Meditasi Hati, 'Memadukan' Yoga dan Tarian Sufi

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali      Yoga dan tarian sufi merupakan dua hal yang berbeda. Yoga identik dengan sistem olah tubuh yang mulanya berawal dari filsafat Hindu, sedangkan sufisme atau tasawuf merupakan ilmu untuk menyujikan jiwa sesuai ajaran Islam.

Di tangan Pujiastuti Shindu, yoga dan tarian sufi justru menyatu untuk meditasi atau penyembuhan. Perempuan yang akrab disapa Uji itu memasukkan unsur yoga dalam tarian sufi agar dapat membersihkan hati.

Uji awalnya mendalami yoga sejak lebih dari dua dekade lalu. Setelah empat tahun mempelajari yoga, dia memberanikan diri untuk mengajar pada tahun 2000 dan mendirikan Yoga Leaf di Bandung dua tahun kemudian.
Selama mengajar yoga, Uji terus mengeksplor kemampuannya dengan menulis buku dan mempelajar ilmu lain. Sampai pada 2011, Uji mengikuti ziarah Wali Songo dan mempejari ilmu sufi. Sejak saat itu, Uji mengajarkan yoga dengan pendekatan ilmu sufi. Dia menyebutnya sebagai Yoga Kalbu atau yoga hati.

"Selama saya mempelajari yoga, sufisme yoga ini merupakan yang paling jujur. Pada saat sufisme, saya menjadi diri saya sendiri," kata Uji saat konferensi pers Bali Spirit Festival 2018 di Jakarta, beberapa waktu lalu. Uji merupakan pengajar pada salah satu festival yoga terbesar di dunia itu.

Lewat sufisme, Uji mengenal tarian sufi yang diciptakan Jalaluddin Rumi, penyair sufi terkenal dari Turki. Tarian sufi yang juga dikenal dengan Whirling Dervishes merupakan tarian yang berputar-putar dengan maksud mendekatkan diri pada Tuhan.
"Pelan-pelan saja, ini bukan soal balapan, yang penting berserah dan nyaman. Sambil berputar sambil memusatkan perhatian pada Allah dengan zikir dan sebagainya. Kalau yang bukan Muslim bisa pusatkan perhatian pada apa saja yang bisa melembutkan hati," ucap Uji.

Lambat laun, Uji bakal mengarahkan tarian sufi pada meditasi hati di akhir sesi. Meditasi itu dapat berupa membuang semua pikiran buruk, mendekatkan diri pada Tuhan, kelegaan hati, serta kebahagiaan.

Bagi pemula, efek samping seperti pusing dapat terjadi jika belum menemukan titik fokus,

"Kalau berputar dengan titik fokus, tidak akan pusing," ujar Uji.

















sumber : CNNIndonesia.com

Related

Gaya Hidup 2009448457321050529

Post a Comment

item