Duplikat Mahkota Raja Klungkung Digarap

www.nusabali.com-duplikat-mahkota-raja-klungkung-digarap

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Mahkota dibuat berbahan perak dan kuningan, oleh perajin dari Banjar Sangging, Desa Kamasan, Klungkung.Duplikat mahkota raja dibuat karena yang terpajang selama ini di Museum Semarajaya hanya berupa foto mahkota. Wisatawan yang berkunjung ingin melihat bentuk fisik mahkota ini. Dengan pengadaan ini, maka di Klungkung akan ada dua buah duplikat mahkota Raja Klungkung.

Duplikat mahkota pertama disimpan pada sebuah ruangan khusus dan rahasia. Karena berlapis emas dan dihiasi beberapa biji batu merah delima. Sedangkan, mahkota Raja Klungkung asli saat ini, tersimpan di Museum Nasional Jakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung I Nyoman Mudarta, didampingi Kasubag Tata Usaha UPTD Museum Semarajaya Klungkung Ida Bagus Wibawa Adnyana, mengatakan kunjungan wisatawan ke Museum Semarajaya cukup tinggi. Rata-rata dalam sebulan 2.000 wisatawan mancanegara dan 400 wisatawan domestik. Ketika berkunjung itu, banyak yang menanyakan bentuk mahkota tersebut. “Mereka ingin bisa melihat bentuk fisik mahkota ini," ujarnya.

Oleh karena itu, Mei 2018, akan dibuat duplikat Mahkota Raja Klungkung. Namun tidak berlapis emas, sehingga bisa dipajang di Museum. Mahkota raja replika ini juga dibuat oleh seorang perajin di Banjar Sangging, Desa Kamasan. “Lokasi pembuatannya sama dengan pembuatan replika mahkota berbahan emas 24 tahun lalu,” katanya.

Duplikat mahkota raja tersebut akan dipajang dan menjadi salah satu koleksi unggulan di Museum Semarajaya Klungkung. Berdasarkan cerita sejarah, mahkota raja tersebut dikenakan secara turun-menurun oleh raja-raja di Klungkung. Brankas baja yang berisi duplikat mahkota Raja Klungkung disimpan di UPT Museum Semarajaya, akhirnya berhasil dibuka. Brankas yang tersimpan sekitar 22 tahun ini, terpaksa dibobol dengan menggunakan bor, Senin (18/1) sekitar pukul 08.00 Wita. Untuk menjaga kondisi supaya aman, duplikat mahkota itu dititipakan untuk sementara di Mapolres Klungkung.

Sementara itu, 18 Januari 2016, Pemkab Klungkung bersama pihak Puri Agung Klungkung, membuka brankas baja yang berisi duplikat mahkota Raja Klungkung yang disimpan di UPT Museum Semarajaya. Awalnya, pembukaan brankas itu dilakukan secara bergiliran dengan memasukkan berbagai kode angka kombinasi, namun upaya itu selalu gagal. Karena lama tidak membuahkan hasil, kotak brankas itu akhirnya dibuka paksa dengan bor oleh para ahli kunci. Begitu brankas berhasil dibuka, seluruh orang yang hadir menyaksikan proses itu langsung bersorak ketika melihat mahkota raja Klungkung. Untuk membuka brankas itu, membutuhkan waktu sekitar sejam.

Duplikat mahkota itu, merupakan replika pertama dibuat tahun 1994 zaman Bupati Klungkung Tjokorda Gede Agung di Banjar Sangging, Desa Kamasan Klungkung. Mahkota yang terbuat dari emas ini juga dihiasi beberapa biji batu merah delima. Duplikat pertama itu berbahan emas 22 karat seberat 30 gram. Kamera pengawas CCTV belum cukup menjamin keamanan mahkota tersebut. Untuk meningkatkan minat warga lokal terutama siswa untuk berkunjung ke museum, Dinas Kebudayaan sejak tahun 2017 menyusun program Museum di Hatiku.





















sumber : nusabali.com

Related

Warta Semarapura 6897667008077412111

Post a Comment

item