Mendikbud Atur Skema Beasiswa untuk Korban Bangunan Roboh

Mendikbud Atur Skema Beasiswa untuk Korban Bangunan Roboh

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali     Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyambangi korban runtuhan bangunan bekas sarang burung walet yang menimpa Sanggar Seni Hidayat di Desa Gegesik Wetan, Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat. Muhadjir menjamin pendidikan untuk siswa-siswi yang menjadi korban.

Salah satu korban yang dijenguk Muhadjir, yakni Tri Intan Apriyani (13) di Rumah Sakit Umum Gunung Jati, Cirebon. Siswi kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Gegesik itu mengalami luka berat lantaran rahang dan tulang pahanya patah, sehingga harus dioperasi.

Kepada orang tuanya, Muhadjir berjanji, Intan menjadi salah satu yang akan diberikan beasiswa pendidikan. Namun, skema beasiswanya seperti apa, akan diatur lagi nanti oleh Kemendikbud.


"Untuk bentuk skema beasiswanya nanti akan kami sesuaikan di Kemendikbud. Biasanya beasiswa diberikan sampai tamat SMP," kata Muhadjir melalui keterangan resminya, Rabu (18/4).
Selain itu, Muhadjir berharap praktik penguatan pendidikan karakter yang dilakukan sanggar seni dan sekolah tetap terus dijalankan. 

"Apa yang dilakukan sekolah dan Sanggar Seni Hidayat ini merupakan wujud konkret praktik baik pelestarian budaya dan kearifan lokal yang melibatkan sekolah dan masyarakat," ujarnya usai bertemu dengan keluarga para korban meninggal di kediaman almarhum dalang Suherman (48), pemilik Sanggar Seni Hidayat.

Selain itu, Muhadjir juga berziarah ke makam korban meninggal, yakni dalang cilik Muhammad Az Zikri (14) dan Arid (13), anak dalang Suherman. Kepada keluarga para korban meninggal, Muhadjir menyerahkan santunan dari Presiden Joko Widodo.
Pemerintah, kata Muhadjir, akan memberikan bantuan peralatan gamelan kepada Sanggar Seni Hidayat. Bantuan peralatan kesenian tradisional juga akan diberikan kepada SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3 Gegesik yang menjadi mitra Sanggar Seni Hidayat. 

"Dari Bapak Presiden akan diberikan peralatan gamelan, baik di sekolah korban maupun di sanggar," ujar Muhadjir.

Peristiwa runtuhnya bangunan bekas sarang burung walet yang menimpa para siswa dan pelatih seni tradisional di Sanggar Seni Hidayat terjadi pada Senin (16/4), sekitar pukul 10.30 WIB. 

Kejadian itu menelan tujuh korban jiwa, satu luka berat, dan satu luka ringan. Para korban adalah siswa SMP Negeri 1 Gegesik yang sedang berlatih gamelan untuk persiapan kompetisi nasional.





























sumber : CNNIndonesia.com

Related

Indonesia 55879381024849511

Post a Comment

item