Pertamina Imbau Pemudik Isi BBM Penuh di Lokasi Keberangkatan

Pertamina Imbau Pemudik Isi BBM Penuh di Lokasi Keberangkatan

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali     PT Pertamina (Persero) mengimbau pemudik kendaraan mengisi penuh bahan bakar minyak (BBM) di wilayah keberangkatan guna menghindari antrean pengisian BBM dan menjaga performa kendaraan selama menempuh perjalanan mudik.

"Segera mengisi (BBM) jika kondisi tangki sudah terpakai setengah," ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (12/6).

Aditma mengungkapkan sejak Jumat (8/6) atau H-7 Lebaran, perseroan telah menambah sarana dan fasilitas penjualan non-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di antaranya layanan KiosK Pertamax yang menjual BBM kemasan, dan motor pembawa BBM kemasan.
Selain itu, adapula mobile dispencer atau tangki BBM yang dilengkapi dengan dispenser, sehingga bisa langsung melayani penjualan BBM.

Jika dirinci, perseroan mengoperasikan 63 KiosK Pertamax, 200 Motor pembawa BBM kemasan, serta 19 unit mobile dispencer. Sebagian besar sarana dan fasilitas tersebut tersebar di Pulau Jawa, sebagai konsentrasi pemudik.

"Selama satgas mudik dari tanggal 8 hingga 9 Juni, penjualan layanan BBM baik di KiosK Pertamax, motor kemasan dan mobile dispencer di Sumatera dan Jawa sekitar 105 ribu liter, yang didominasi oleh pembelian Pertamax sebanyak 93 persen," ujarnya.
Layanan terbesar diberikan di wilayah Jawa Tengah lebih dari 90 ribu liter untuk semua jenis produk, baik Pertamax, Pertamina Dex dan Premium.

Selanjutnya, Adiatma juga menjamin bahwa harga BBM di KiosK Pertamax, Motor Kemasan dan mobile dispencer sama dengan harga BBM di SPBU. 

Artinya, untuk Pertamax di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur Harga Pertamax Rp8.900 per liter, Pertamina Dex di Jawa Barat Rp10.100 per liter, sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur Rp10.150 per liter.
"Penjualan BBM di KiosK Pertamax sifatnya sebagai pengisian sementara dan darurat untuk melanjutkan perjalanan ke SPBU. Maka itu pembeliannya diatur antara 10-20 liter per kendaraan untuk meminimalisasi antrian," jelas dia.



















































sumber : CNNIndonesia.com

Related

Berita Ekonomi 4820306756984749152

Post a Comment

item