Kalapas Sukamiskin Akan Pertahankan Yang Bermanfaat Bagi Napi

Kalapas Sukamiskin Akan Pertahankan Yang Bermanfaat Bagi Napi

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali    Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Sukamiskin, Bandung, yang baru, Tejo Harwanto, mengaku akan mempertahankan hal yang bermanfaat bagi narapidana di tempat itu dan enggan bicara target pembersihan lapas.

"Ada yang manfaat mungkin untuk keseluruhan warga binaan ya boleh. Misalnya dulu masjid warnanya putih jadi hijau kan boleh," ujarnya, usai serah terima jabatan Kepala Lapas Sukamiskin, di Bandung, Senin (30/7).
Diketahui, pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein sebanyak 16 pejabat struktural di lapas itu diganti, pada Senin (30/7). Salah satunya, Kalapas Sukamiskin.


Wahid sendiri sempat dicopot dan digantikan oleh Pelaksana Tugas Kalapas Sukamiskin, Kusnali. Setelah pelantikan Tejo, Kusnali kembali ke jabatannya sebagai Kalapas Banceuy.

Tejo melanjutkan dirinya enggan mengumbar soal target membersihkan lapas pasca-OTT itu.
"Soal target harus selesai pemetaannya dulu. Saya tidak bisa bilang dua hari tiga hari. Saya harus masuk ke dalam ke kamar masing-masing," tuturnya.

"Yang pertama saya harus konsolidasi kan saya baru pejabat di bawah saya baru setelah ini saya mau rapat kerja antara pejabat baru dan lama kita pemetakan masalahnya. Setelah petakan masalahnya kita buat kita laporkan ke pimpinan," imbuh Tejo.

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Jawa Barat Dodot Adi Koeswanto mengungkapkan pergantian pejabat struktural tersebut merupakan pertimbangan Kemenkumham untuk pembenahan di Lapas Sukamiskin.
"Menurut pertimbangan dari pimpinan memang perlu dilakukan reposisi. Tugas prioritas membenahi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi di Lapas Sukamiskin," ujarnya.

"Pembenahannya menyeluruh. Mulai dari pengamanannya, terkait sarana prasarana, hak-hak warga binaan," katanya.

Ditemui terpisah, Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami hanya tertawa saat ditanya mengenai opini publik yang memintanya untuk mundur dari jabatannya.
Sri sebelumnya mengaku bersedia mundur apabila gagal melakukan revitalisasi Lapas.

"Kita lihat nanti revitalisasi, kalau tidak berhasil saya mundur," kata Sri, di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Sabtu (21/7) malam. 

Dia juga belum belum bisa memberi penjelasan ihwal rencana pembangunan rutan khusus narapidana di pulau-pulau terpencil.
"Belum ada pembahasan lebih lanjut," ucapnya.

Sebelumnya, Wahid Husein terjaring OTT KPK terkait kasus jual beli fasilitas di Lapas Sukamiskin pada Jumat (20/7) hingga Sabtu (21/7).

Kemenkumham kemudian buru-buru mencopotnya. Sidak di lapas dilakukan beberapa kali. Fasilitas mewah, seperti laptop hingga pendingin udara, dan uang tunai ditemukan dari dalam kamar tahanan. Saung atau gazebo dirobohkan.



























sumber : CNNIndonesia.com

Related

Indonesia 5361166884694923239

Post a Comment

item