Peneliti Temukan Vaksin untuk Lawan Kanker Kulit

Peneliti Temukan Vaksin untuk Lawan Kanker Kulit

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Ada harapan baru untuk pengobatan kanker kulit melanoma. Penelitian yang baru saja dipublikaskan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences berhasil menemukan campuran obat-obatan atau vaksin yang dapat membunuh kanker kulit

Para ilmuwan dari Scripps Research and the University of Texas itu melakukan uji coba obat-obatan tersebut pada tikus yang terinfeksi kanker kulit agresif mematikan. Hasilnya, obat itu dapat membunuh melanoma dengan tingkat keberhasilan 100 persen.

Peneliti menggunakan obat imunoterapi yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Obat imuterapi yang dinamai 'anti-PD1-L1' itu mencegah sel kanker menyerang sistem kekebalan tubuh.
Obat itu dicampur dengan bahan kimia yang disebut diprovocim agar sistem kekebalan tubuh dapat bekerja lebih baik. Penggunaan sistem kekebalan ini juga melatih tubuh untuk menghancurkan sel kanker jika datang kembali dengan cara kerja yang serupa dengan vaksin.

Untuk mendapatkan hasil ini, peneliti melakukan uji coba dengan membagi tikus dalam tiga kelompok. Semua kelompok diberi obat anti-PD1-L1, dengan satu kelompok yang mendapatkan intervensi tambahan diprovocim.

Kelompok yang diberikan anti-PD1-L1 dan diprovocim memiliki tingkat kesembuhan 100 persen, sedangkan pada dua kelompok lainnya hanya 75 persen dan 100 persen tikus mati.

Vaksin pada tikus ini dianggap memiliki cara kerja yang sama jika diterapkan pada manusia. 

"Terapi ini menghasilkan respon yang lengkap--respon kuratif--dalam pengobatan melanoma. Sama seperti vaksin yang dapat melatih tubuh untuk melawan patogen eksternal, vaksin ini melatih sistem kekebalan untuk menyerang tumor," kata salah satu peneliti, Dale Boger, dikutip dari Daily Mail.
Boger menjelaskan, vaksin ini bekerja dengan mendorong tubuh membuat sel darah putih atau leukosit yang bakal melawan kanker. Vaksin ini juga mampu mengajarkan tubuh cara melawan penyakit jika kanker muncul kembali.

Vaksin ini tidak disuntikkan langsung ke bagian tumor, tetapi di tempat lain dalam tubuh dan akan dibawa oleh sistem kekebalan tubuh ke lokasi tumor. Hal tersebut menunjukkan bahwa dokter dapat menggunakan obat ini meski tak mengetahui secara pasti lokasi kanker berada.

Peneliti kini tengah merancang percobaan lebih lanjut agar vaksin ini dapat digunakan bagi penderita kanker kulit melanoma yang terus meningkat. Di Amerika Serikat, tercatat 91 ribu orang dan 15 ribu orang di Inggris yang didiagnosis melanoma setiap tahunnya. DI Indonesia, kanker kulit juga menjadi salah satu kanker yang banyak diderita.

Melanoma merupakan salah satu jenis kanker kulit yang berbahaya. Kanker ini muncul setelah DNA dalam sel-sel kulit rusak dan tidak dapat memperbaiki diri. Biasanya, hal ini terjadi akibat paparan berlebih sinar UV.






























sumber : CNNIndonesia.com

Related

Gaya Hidup 5591394510692872414

Post a Comment

item