AS Pangkas Bantuan untuk Guetamala, Honduras, dan El Savador

AS Pangkas Bantuan untuk Guetamala, Honduras, dan El Savador

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bakal mengurangi bantuan senilai puluhan juta dolar kepada tiga negara Amerika Tengah yang menjadi negara asal para imigran yang kini tengah berupaya masuk negara Adidaya tersebut. Trump bahkan menyebut kondisi di perbatasan AS yang kini dipenuhi para imigran sebagai darurat nasional. 

"Guatemala, Honduras dan El Salvador tidak dapat melakukan tugas menghentikan orang-orang dari meninggalkan negara mereka dan datang secara ilegal ke AS. Kami sekarang akan mulai memotong, atau mengurangi, bantuan luar negeri besar-besaran yang secara rutin diberikan kepada mereka," tulis Trump dalam unggahan di akun Twitter-nya, Selasa (23/10).

Ia menyalahkan militer dan kepolisian Meksiko yang tak bisa menghentikan rombongan migran ilegal untuk memasukan kawaasan perbatasan selatan AS. Ia pun mengaku telah mengingkatkan militer AS dan otoritas perbatasan bahwa kondisi ini merupakan darurat nasional. 
Trump pun menekankan perlu ada perubahan pada undang-undang imigrasi. Ia pun menyalahkan Partai Demokrat yang enggan memberikan suara untuk mengubah undang-undang imigrasi sebagai penyebab kian masifnya imigran ilegal yang mencoba menyebrangi perbatasan AS.

Pemerintah AS telah lama melihat program bantuan sebagai bagian penting dari upaya menstabilkan negara-negara Amerika Tengah dan menghentikan aliran migran yang datang ke AS.

Rombongan migran bergerak ke utara lagi pada hari Senin (22/10), keluar dari kota Tapachula, Meksiko selatan dekat perbatasan Guatemala, menuju kota Huixtla, negara bagian Chiapas. 
Argelia Ramirez, juru bicara rombongan, mengatakan ada sekitar 10 ribu orang dalam kelompok itu dan bahwa sekitar 6 ribu dari mereka akan berusaha tetap di Meksiko. Juru bicara U.N. Farhan Haq memperkirakan rombongan migran itu mencakup lebih dari 7.000 orang.

Sejak Trump menjadi presiden, Amerika Serikat telah bergerak untuk mengurangi bantuan dengan tajam ke Amerika Tengah.

Pada 2016, Amerika Serikat menyediakan bantuan senilai US$131,2 juta untuk Guatemala, US$ 98,3 juta untuk Honduras, dan US$ 67,9 juta untuk El Salvador. Pada tahun depan, jumlah tersebut diproyeksikan turun menjadi US$ 69.4 juta untuk Guatemala, US$ 65.8 juta untuk Honduras dan US$ 45.7 juta untuk El Salvador. 





















sumber : CNNIndonesia.com

Related

Dunia 2786302311655089201

Post a Comment

item