Belanda Tarik Diplomat di Pakistan Karena Ancaman Pembunuhan

Belanda Tarik Diplomat di Pakistan Karena Ancaman Pembunuhan

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Kementerian Luar Negeri Belanda memutuskan menarik sejumlah diplomat kedutaan besar mereka di Pakistan. Hal itu terjadi setelah ancaman pembunuhan dari kelompok garis keras setempat semakin gencar, sebagai reaksi atas cuitan politikus sayap kanan Negeri Kincir Angin, Geert Wilders soal sayembara kartun Nabi Muhammad S.A.W.

"Sejumlah warga Belanda diancam, diplomat Belanda. Ini sudah sangat serius," kata Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok, seperti dilansir AFP, Selasa (13/11).

Stef menyatakan sudah meminta bantuan kepada Menteri Luar Negeri Pakistan, Syah Mahmud Qurashi. Dia tidak merinci berapa banyak diplomat yang ditarik dari Pakistan. Namun, dia menjamin pelayanan untuk visa dan urusan lainnya di kedutaan mereka di Ibu Kota Islamabad tetap berjalan.
Duta Besar Belanda untuk Pakistan, Ardi Stoios-Braken mengaku mendapat ancaman pembunuhan bertubi-tubi dari kelompok Islam garis keras. Alasannya adalah mereka menuntut balas atas cuitan Wilders yang diunggah pada Agustus lalu. Setelahnya, dia beberapa kali memajang karikatur Nabi Muhammad S.A.W.


Belanda menyatakan Kementerian Dalam Negeri Pakistan sudah memperingatkan kalau duta besar mereka akan menjadi target oleh para pendukung Partai Tehreek-e-Labaik (TLP). Mereka adalah kelompok garis keras di Pakistan yang didirikan tiga tahun lalu.

TLP bahkan mendesak pemerintah Pakistan supaya memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda. Hanya saja Kemendagri Pakistan enggan mengkonfirmasi kabar itu. Namun, mereka menyatakan tidak pernah menyatakan ancaman kepada siapapun.

Cuitan Wilders soal perlombaan karikatur Nabi Muhammad S.A.W., juga mendapat reaksi keras dari dalam negeri Belanda. Sekitar 144 pengurus masjid di Negeri Kincir Angin meminta supaya Twitter membekukan akun Wilders karena dianggap menghasut kebencian di antara umat manusia.

"Twitter menyediakan sarana kepada Wilders untuk menebar kebencian ke seluruh dunia. Kalau seperti itu, maka Twitter dan Wilders patut dihukum.," kata juru bicara Federasi Budaya Islam Turki (TICF) di Belanda, Ejder Kose, seperti dilansir Deutsche Welle.
























sumber : merdeka.com

Related

Dunia 4574882389471594875

Post a Comment

item