Polisi Belum Tetapkan Tersangka Insiden Surabaya Membara

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Insiden Surabaya Membara

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali    Polisi hingga saat ini belum menetapkan tersangka terkait insiden Drama Surabaya Membara yang menewaskan tiga orang, Jumat (9/11).

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan polisi masih menyelidiki kasus itu. "Belum ada tersangka, masih tahap lidik," kata Sudamiran, Senin, (12/11).

Menurut Sudamiran polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk ketua penyelenggara Drama Surabaya Membara, Taufik Hidayat, dan anggota panitia lainnya.


"Kami sudah meminta keterangan penyelenggara soal kejadian itu, hasilnya masih kita dalami," kata dia.

Selain panitia, polisi juga memanggil sejumlah karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang terkait dalam insiden itu, untuk dimintai keterangan. 
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko mengatakan, sejumlah orang yang dipanggil polisi yakni masinis, asisten masinis, kondektur, dan manager operasi KAI. 

"Yang manajer operasi sudah dilakukan hari Sabtu (10/11) lalu sedangkan kondektur, masinis dan asistennya dipanggil Senin (12/11)," kata dia. 

Gatut mengatakan sejauh ini hanya empat orang yang dipanggil polisi. Keempat orang itu juga tak diizinkan untuk mengeluarkan statement di media. 

Insiden Drama kolosal Surabaya Membara yang digelar di sekitar Tugu Pahlawan dan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (9/11) memakan korban. Tiga orang meninggal dan belasan lainnya terluka.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat drama kolosal Surabaya Membara baru sekitar 15 menit berlangsung.

Sebelum drama kolosal dimulai, puluhan penonton sudah memenuhi bagian atas viaduk (jembatan kereta api di atas jalan raya) Jalan Pahlawan, Surabaya.

Sebelum kereta melintas, kereta sudah membunyikan seruling peringatan dan mengurangi kecepatan dari 30 kilometer per jam menjadi 15 kilometer per jam.

Saat klakson lokomotif berbunyi, penonton di bawah viaduk sudah berteriak-teriak agar penonton di atas viaduk segera turun. Saat kereta melintas dengan kecepatan rendah, penonton yang ada di atas viaduk saling berpegangan. Beberapa penonton berusaha melompat ke kereta karena kereta berjalan pelan. 

Diduga karena kehilangan keseimbangan dan tersenggol badan kereta api, beberapa penonton terjatuh ke bawah dari ketinggian sekitar 7 meter.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku tak tahu-menahu soal Drama Kolosal Surabaya Membara. Risma sapaan akrabnya mengatakan, pihak Pemkot tak pernah menerima izin atau surat pemberitahuan pihak penyelenggara.





















sumber : antaranews.com

Related

Indonesia 6591889983383573653

Post a Comment

item