Dipajang Saat HUT Puputan Puputan 2019

www.nusabali.com-dipajang-saat-hut-puputan-puputan-2019

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Mahkota ini sudah selesai digarap September 2018, namun baru akan dipajang serangkaian peringatan HUT Puputan Klungkung, April 2019. Pembuatan duplikat mahkota ini dianggarkan Rp 19 juta,  berbahan perak berlapis emas. Benda ini digarap oleh perajin dari Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung. Duplikat mahkota Raja Klungkung ini dibuat agar ada bentuk fisiknya. Karena yang terpajang selama ini di Museum Semarajaya hanya fotonya. Sehingga wisatawan yang berkunjung juga ingin melihat bentuk fisiknya. Dengan pengadaan ini maka Klungkung akan memiliki dua buah duplikat mahkota Raja Klungkung.

Duplikat Raja Klungkung yang pertama disimpan di sebuah ruangan khusus dan rahasia. Karena benda itu berlapis emas dan dihiasi beberapa biji batu merah delima. Sedangkan mahkota Raja Klungkung yang asli saat ini, tersimpan di Museum Nasional Jakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung I Nyoman Mudarta, didampingi Kasubag Tata Usaha UPTD Museum Semarajaya Klungkung, Ida Bagus Wibawa Adnyana, mengatakan, duplikat Mahkota Raja Klungkung ini spesifikasi bahannya dari perak berlapis emas, ukuran (lebar 25 cm, tinggi 9 cm/7,5 cm), permata besar 5 biji dan kecil 8 biji, simping (lebar 22 cm, tinggi 12,5 cm), angkeb 1 (tinggi 7 cm lebar 13 cm, garuda mungkur 7,5 cm).

Angkeb 2 (tinggi 22,5 cm, lebar 20 cm), angkeb 3 jampel 2 (tinggi 31 cm lebar 24 cm). Keranjang mahkota berdiameter 19 cm tinggi 11 cm, bunga samping panjang renteng bunga 16 cm (5 buah) 1 renteng 6 biji, lebar 4,5 cm dan bunga atas 30 buah (diameter 3 cm). "Sebelum dipajang, mahkota itu akan diplaspas, namun masih menunggu hari baik," ujarnya. 

Duplikat mahkota raja tersebut akan dipajang dan menjadi salah satu koleksi unggulan di Museum Semarajaya Klungkung. Berdasarkan cerita sejarah, mahkota raja tersebut dikenakan secara turun-menurun oleh raja-raja di Klungkung.

Sebelumnya Pemkab Klungkung bersama pihak Puri Agung Klungkung, membuka brankas baja yang berisi duplikat mahkota Raja Klungkung yang disimpan di UPT Museum Semarajaya. Brankas yang tersimpan puluhan tahun ini, terpaksa dibobol dengan menggunakan bor.

Awalnya, pembukaan brankas itu dilakukan secara bergiliran dengan memasukkan berbagai kode angka kombinasi, namun upaya itu selalu gagal. Karena lama tidak membuahkan hasil, kotak brankas itu akhirnya dibuka paksa dengan bor oleh para ahli kunci. Begitu brankas berhasil dibuka, seluruh orang yang hadir menyaksikan proses itu langsung bersorak ketika melihat mahkota raja Klungkung. Untuk membuka brankas itu, kita membutuhkan waktu sekitar sejam.

Duplikat mahkota itu, merupakan replika pertama dibuat pada tahun 1994 di zaman Bupati Klungkung Tjokorda Gede Agung di Banjar Sangging, Desa Kamasan Klungkung. Mahkota yang terbuat dari emas ini juga dihiasi beberapa biji batu merah delima. “Duplikat pertama itu berbahan emas 22 karat seberat 70 gram. Kami tidak berani pajang itu sebagai koleksi karena faktor keamanan. Dengan kamera pengawas CCTV (closed circuit television) pun, kami belum cukup menjamin keamanan mahkota tersebut,” ujar pejabat asal Desa Tegak, Kecamatan Klungkung ini.
























sumber : nusabali.com

Related

Warta Semarapura 5816208535058260967

Post a Comment

item