3 Tips Memulai Hobi Aquascape, Bisa Jadi Penghasilan Tambahan

Ilustrasi aquascape.(SHUTTERSTOCK/MUHAMMAD SYAFI AL-ADAM)

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Di tengah masa pandemi, aquascape menjadi salah satu hobi yang trennya semakin meningkat, bahkan bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber penghasilan tambahan. Menurut Gardening Know How, aquascape adalah aktivitas menciptakan landskap bawah air di sebuah akuarium dengan menaruh berbagai jenis tanaman dan batu-batuan. Seorang aquascaper juga bisa memasukkan ikan dan makhluk air lainnya ke dalam akuarium untuk mempercantik landskap tersebut. 

Nah, jika kamu seorang aquascaper dan berminat menjadikan hobi ini sebagai sumber penghasilan tambahan, Wendy Kurniawan, seorang aquascaper sekaligus pelaku bisnis aquascape membagikan tipsnya, nih. Wendy mengakui bisnis aquascape yang ditekuninya berkembang semakin pesat di tengah pandemi. Menurutnya, pasar terbesar bisnis ini adalah para pekerja yang sedang mencari hobi baru. Ia mengaku hanya menjual ratusan ribu Rupiah saja ketika memulai bisnis aquascape. 

"Berawal dari harga ratusan ribu, sekarang aquascape termahal yang pernah saya jual harganya sampai Rp 100 juta." "Itu akuarium terbesar yang saya buat, ukurannya sekitar empat meter." Hal itu diungkapkan Wendy dalam serial video YouTube BERGURU (Belajar Ragam Usaha Baru), berjudul "Tips Bisnis Aquascape: Modal Tipis Untung Berlapis". BERGURU adalah konten mingguan yang dirilis oleh Ninja Xpress sebagai bagian dari dukungan terhadap UKM dan merek lokal.

Wendy membagikan beberapa tips yang bisa dipraktikkan jika kamu ingin memulai hobi aquascape untuk kemudian dikembangkan menjadi sumber penghasilan tambahan: 1. Tanam dalam kondisi yang lembap Meski terkesan sepele, namun kita tidak bisa asal meletakkan tanaman di dalam akuarium, lho. Sebelum melakukan penanaman, basahi substrat atau media tanam dengan air terlebih dahulu. Sebab, tanaman aquascape sejatinya hidup di air, maka pastikan media tanam tidak dalam kondisi kering. Lalu, penuhi akuarium dengan air secara perlahan hingga isi air dalam akuarium sejajar dengan media tanam.

Agar kelembapannya pas ketika penanaman, pastikan menyesuaikan tanaman supaya tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Terakhir, jangan lupa melengkapi akuarium dengan lampu agar tanaman tetap sehat. "Lampu akan berfungsi sebagai pengganti sinar matahari untuk membantu tanaman tumbuh dengan sehat," kata Wendy.

Tunggu periode cycling sebelum mengisi akuarium Wendy menjelaskan, media tanam alami mengandung kadar amonia yang cukup tinggi. Karena amonia bersifat racun, maka penting untuk memberikan jeda waktu hingga akuarium dapat kita lengkapi dengan ikan, udang kecil, atau fauna dan tanaman lainnya.

Fase ini dinamakan dengan cycling, yang umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu. Namun, kita dapat mempercepat prosesnya dengan bantuan bakteri nitrifikasi untuk mengubah amonia menjadi nutrisi bagi tanaman.

"Ganti sebagian air secara berkala agar tetap bersih, terbebas dari kandungan berbahaya, dan mencegah alga berkembang biak," ungkap Wendy. Tempatkan akuarium pada suhu ideal, yaitu 22 hingga 2 derajat Celcius atau pada ruangan berpendingin. Nah, tak hanya sekadar menjadi hobi yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan, aquascape juga dapat membawa manfaat yang positif bagi kesehatan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Plymouth, Inggris, misalnya, menemukan bahwa menghabiskan banyak waktu dengan akuarium mampu meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Memperhatikan gerak ikan atau tumbuhan di dalam akuarium rupanya dapat menurunkan stres, kecemasan dan rasa sakit, yang pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas tidur dan produktivitas. Tentunya ini cukup relevan untuk situasi pandemi yang gampang bikin stres, ya.


KOMPAS

Related

Gaya Hidup 6745264094642264693

Post a Comment

emo-but-icon

item