Meja rapi vs meja berantakan, mana yang lebih baik?



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Katanya meja yang rapi membuat seseorang terbiasa untuk hidup terorganisir, tak mudah stres, dan pada akhirnya jadi lebih produktif. Karena itulah banyak perusahaan yang menerapkan clean desk policy, mewajibkan karyawan untuk membersihkan meja masing-masing sebelum meninggalkan kantor.
Tetapi tak sedikit pula orang yang justru lebih terpicu kreativitasnya saat bekerja di atas meja yang penuh tumpukan dokumen dan kertas catatan. Meja kerja yang rapi justru membuat mereka merasa terintimidasi dan tak bisa bekerja dengan rileks. Jadi mana yang lebih baik, meja yang rapi atau yang berantakan?
Meja kerja Mark Zuckerberg. Imgur
Ternyata meja rapi maupun berantakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menurut Julie Morgenstern, seorang pakar organisasi dan penulis Organizing from the Inside Out, meja yang bersih dan rapi membuat si pemilik meja bisa lebih fokus terhadap proyek yang sedang dikerjakan. Lingkungan kerja yang tertata juga bisa membuat seseorang terlatih untuk menjalankan segala sesuatu secara terorganisir dan disiplin.
Meja kerja Warren Buffet. Imgur
"Berada di lingkungan yang bersih tampaknya dapat mendorong orang untuk melakukan tugas yang harus mereka selsesaikan," kata Kathleen Vohs, peneliti ilmu psikologi yang artikelnya dipublikasikan di ScienceDaily.
Di sisi lain, meja yang rapi juga menandakan pemikiran konvensional. Orang-orang yang terbiasa bekerja dengan lingkungan seperti ini biasanya cenderung bermain aman, menghindari keputusan yang kontroversial atau masih coba-coba. Para pesohor yang memiliki meja kerja seperti ini antara lain Mark Zuckerberg, Barrack Obama, Leo Tolstoy, dan Warren Buffet.
(merdeka.com)

Related

Info Unik 3451786173796319981

Post a Comment

item